blank
Penampilan kentrung Ken Palman dari Yayasan Jungpara. FotoL Dok Panitia

JEPARA (SUARABARU.ID) – Dalam rangka untuk terus melestarikan seni kentrung sebagai Warisan Budaya Takbenda,  Seni Kentrung dikukuhkan  menjadi salah satu mata lomba Festival Tunas Bahasa Ibu Lokal Kabupaten Jepara. Pengukuhan secara resmi telah dilakukan oleh Wakil Bupati Jepara M.  Ibnu Hajar pada Sabtu malam (20/6-2026), di Pendapa RA Kartini Jepara. Acara ini  juga dihadiri Ibu Dwi Laily Sukmawati, S.Pd., M.Hum, Kepala Balai Bahasa Propinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Jepara Ali Hidayat serta maestro kentrung Mbah Parmo

Pada acara yang juga menjadi momen penyerahan hadiah kejuaraan Lomba Kentrung Pelajar Jepara 2026 itu, Gus Hajar juga memberikan apreisasi kepada Yayasan Jungpara yang telah melaksanakan satu langkah penting dan strategis  dengan memberikan Workshop Kentrung kepada guru-guru dari 720 SD dan SMP yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Jepara, pada bulan Januari sampai April 2026 lalu.

“Dengan telah dilakukannya workshop yang dilanjutkan dengan ajang Lomba Kentrung Pelajar 2026 ini, membuktikan bahwa pada hari ini Kentrung Jepara benar-benar telah masuk ke dalam aktivitas belajar mengajar di sekolah-sekolah di Jepara.” Lebih lanjut dia menyampaikan sebagai bentuk dukungan nyata Pemerintah Kabupaten Jepara mengukuhkan Kentrung menjadi mata lomba pada Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Kabupaten Jepara.

blank
Wakil Bupati M. Ibnu Hajar, Kepala Disparbud Ali Hidayat, Mbah Parmo, Sarjono dan para pelestari seni kentrung Jepara. Foto : Dok Panitia

Selain itu Gus Hajar juga menyampaikan harapan kepada Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah untuk berkenan mengangkat Kentrung pada FTBI tingkat Provinsi Jawa Tengah dan tidak hanya sebatas lokal Jepara. Harapan mana langsung di jawab Dwi Laily Sukmawati pada memberi sambutan yang akan menyediakan panggung khusus untuk pementasan tim kentrung dari Jepara sebagai tim eksibisi pada FTBI Jawa Tengah yang akan digelar bulan Oktober 2026 nanti.

“Apa yang telah dilakukan Pemda Jepara melalui Yayasan JUNGPARA Ini merupakan Praktik Baik yang bisa direplikasi oleh 37 kabupaten lain di Jawa Tengah, oleh karena itu kami sangat berharap dengan tampilnya Kentrung Jepara akan memotivasi daerah lain,” katanya. Lebih lanjut dia menyampaikan kelak apabila semua kabupaten sudah siap maka dipastikan Kentrung akan menjadi tambahan mata lomba FTBI Jawa Tengah, disamping 7 mata lomba yang sudah sudah berlangsung selama ini.

Pada kesempatan itu, Laily seperti halnya Gus Hajar memberikan apresiasi postif kepada yayasan JUNGPARA yang berhasil menggelar Lomba Kentrung Pelajar 2026 dengan didahuli workshop sebagai di 16 kecamatan seperti yang disampaikan Sarjono, ketua yayasan Jungpara pada saat memberikan laporan panitia. Dimana peserta lomba menurut catatn Mbah John, panggilan akarab Sarjono, sebanyak 73 sekolah yang kemudian disaring untuk mengikuti babak final tingkat kabupaten sebanyak 25 sekolah, yang terbagi berdasarkan kategori SD 18 sekolah dan SMP 7 sekolah.

Dan sekolah yang berhasil meraih kejuaraan adalah SDN 1 Panggang juara 1, SDN 2 Panggang juara 2, dan SDN 3 Krapyak Juara 3 pada kategori SD, dan kategori SMP berurutan Mts, Tsamrotul Huda, SMP N 3 Kedung dan SMP UT Bumi Kartini. Disamping itu sebanyak 7 sekolah dinyatakan sebagai juara harapan yaitu MI Tubanan, SDN 1 Sukodono, SDN 1 Kepuk, SMP Islam Miftahul Huda , SMP N 6 Jepara, SMP N 2 Pakisaji dan SMP TAQ Al Hamidiyah, dinyatakan sebagai peraih Juara Harapan.

Hadepe – Mbah John