
Bilqis mengaku sempat ingin merasakan kebebasan seperti teman-temannya, bermain Hp dan lainnya, namun ia kembali mengingat tanggung jawab sebagai penghafal Alquran.
Bilqis mengatakan, ia sempat mencoba sejumlah jalur masuk perguruan tinggi, termasuk Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Bibit Unggul Berprestasi (SBUB) Universitas Diponegoro (Undip), namun belum berhasil.
Atas dorongan kedua orang tuanya, ia kemudian mencoba mendaftar di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) hingga akhirnya diterima melalui jalur beasiswa penuh.
Kepala MA Al Burhan Hidayatullah Semarang, Eko Zainuri menyampaikan, Bilqis merupakan salah satu santri yang memiliki ketekunan tinggi dalam mempelajari ilmu agama, khususnya hafalan Alquran.
Ia menjelaskan, Al Burhan memiliki program Takhasus Alquran dan program reguler. Program Takhasus diperuntukkan bagi santri yang fokus mendalami tahfidz Alquran.
“Bilqis adalah anak yang luar biasa. Kita ada program Takhasus Alquran dan reguler. Yang takhasus memang anak-anak yang fokus pembelajarannya di tahfidzul Qur’an. Alhamdulillah banyak santri yang bisa melanjutkan ke perguruan tinggi melalui jalur tahfidz 30 juz,” ujarnya.
Eko menuturkan, konsep pendidikan di Al Burhan Hidayatullah mengedepankan kedisiplinan serta keterpaduan antara sistem madrasah dan pesantren. Para santri tidak hanya mendapatkan pembinaan hafalan saat jam sekolah, tetapi juga menjalani program terintegrasi sejak pagi hingga malam hari di bawah bimbingan pengasuh pesantren, Ustazah Rumayyah.
Seluruh aktivitas santri telah tersusun dalam rutinitas harian, mulai dari kegiatan belajar, menghafal Al-Qur’an, hingga pembinaan di lingkungan pesantren. Bahkan waktu libur tetap dimanfaatkan untuk menjaga konsistensi hafalan.
“Program unggulan kami adalah Tasmi’. Sekali duduk ada yang bisa 5 juz, 10 juz, 15 juz, bahkan ada yang 30 juz sekali duduk. Ini menjadi program unggulan di pesantren kami, Al Burhan Hidayatullah Semarang,” katanya.
Sejumlah lulusan program tahfidz tersebut diketahui melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi ternama, baik di dalam maupun luar negeri. Mayoritas santri melanjutkan studi ke Universitas Diponegoro (Undip), selain melalui kerja sama dengan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus).
Tidak hanya di Semarang, para alumni juga tersebar di berbagai perguruan tinggi favorit di luar daerah. Bahkan, beberapa santri berhasil melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar Mesir melalui jalur khusus penghafal Alquran 30 juz.
Ning S













