blank
Narita Kristi Adya Mahanani, saat memberikan edukasi tentang bahaya 'Child Grooming', di SD Kebon Dalem, Semarang. Foto: dok/usm

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Guna meningkatkan pemahaman mengenai bahaya ‘Child Grooming’, sejumlah mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM), melakukan kegiatan edukasi di SD Kebon Dalem, Semarang, Rabu (10/6/2026).

Child Grooming sendiri merupakan sebuah upaya yang dilakukan untuk membangun hubungan, kepercayaan, dan hubungan emosional dengan seseorang yang akan dijadikan korban, sehingga mereka dapat dimanipulasi, dieksploitasi, dan dilecehkan.

Kegiatan inipun bertujuan, untuk mengenali tanda-tandanya, serta membekali para siswa, dengan pengetahuan tentang cara menjaga diri, dan mencari bantuan ketika menghadapi situasi yang tidak nyaman.

BACA JUGA: Fakultas Ekonomi USM Gelar Workshop dan Lomba Video Kreatif

Kegiatan dibuka Ketua Pelaksana, Angelica Cindy Setiawan, yang menyampaikan, edukasi ini merupakan bentuk kepedulian terhadap pentingnya perlindungan anak-anak sejak usia dini.

”Kami berharap, para siswa-siswi SD Kebon Dalem dapat memahami cara menjaga diri, mengenali perilaku yang tidak pantas, dan berani meminta bantuan kepada orang dewasa yang dipercaya,” kata dia.

Hadir sebagai narasumber, Nuke Winda Nathania sebagai pemateri internal, dan Narita Kristi Adya Mahanani SPsi, sebagai pemateri eksternal.

BACA JUGA: Mahasiswa Ilkom USM Beri Edukasi Anti-Bullying di SMPN 29 Semarang

blank
Sejumlah mahasiswa Ilkom USM beserta dosen pengampu, berfoto bersama siswa-siswi SD Kebon Dalem, usai kegiatan edukasi. Foto: dok/usm

Dalam paparannya, Nuke menjelaskan pengertian Child Grooming, ciri-ciri perilaku yang perlu diwaspadai, serta pentingnya menjaga privasi dan batasan diri, ketika berinteraksi dengan orang lain.

Sementara Narita menjelaskan, Child Grooming merupakan proses manipulasi yang dilakukan seseorang, untuk mendapatkan kepercayaan anak, dengan tujuan melakukan tindakan yang merugikan.

Dia menekankan, pentingnya keberanian anak untuk berkata tidak, terhadap perilaku yang membuat tidak nyaman, dan segera mencari bantuan pada orang tua, guru, atau orang dewasa terpercaya.

BACA JUGA: Fakultas Ekonomi USM Gelar Pelatihan Penyusunan Proposal PKM Berbasis Smart AI

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Prodi Ilkom USM berharap, siswa-siswi SD Kebon Dalem bisa lebih memahami bahaya Child Grooming dan mampu mengenali tanda-tandanya. Selain itu juga, memiliki keberanian untuk mengambil tindakan yang tepat, ketika menghadapi situasi yang berpotensi membahayakan.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan dari SD Kebon Dalem, Miss Emily, memberikan apresiasi atas kegiatan ini. ”Edukasi ini sangat penting, untuk membantu anak-anak memahami cara melindungi diri dari berbagai ancaman, yang bisa terjadi di lingkungan sekitar, maupun di dunia digital,” ungkapnya.

Dia juga berharap, para siswa dapat menerapkan pengetahuan yang diperolehnya, dan tidak ragu melapor kepada orang dewasa terpercaya, apabila menghadapi situasi yang membuat mereka merasa tidak aman.

BACA JUGA: Fakultas Ekonomi USM dan PT Victory International Futures Jalin Kerja Sama

Sementara itu, Dosen Pengampu Mata Kuliah Komunikasi Gender dari Prodi Ilkom USM, Dr Yuliyanto Budi Setiawan SSos MSi, turut memberikan dukungan terhadap kegiatan ini.

”Edukasi tentang perlindungan anak, merupakan langkah penting dalam membangun kesadaran sejak dini. Hal ini agar anak-anak mampu mengenali berbagai bentuk ancaman, dan memiliki keberanian untuk menjaga diri,” tukasnya.

Riyan