blank

Fakultas Teknologi Industri (FTI) Unissula menggelar seminar nasional bertajuk Sinergi Pendidikan Tinggi, industri dan pemerintah dalam mendukung SDM unggul pada ekosistem kendaraan listrik dan industri hijau, Senin (8/6/2026).

Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH menyampaikan mendukung penuh pemanfaatan teknologi hijau masa depan. “Kampus Unissula mendukung penuh pemanfaatan teknologi hijau masa depan, atau green future technology, yang berbasis inovasi berkelanjutan untuk melestarikan alam, menekan emisi karbon, dan mengatasi berbagai masalah ekologis,” ungkapnya.

Dalam rangka mendukung program tersebut saat ini FTI Unissula telah memiliki dua mobil listrik karya mahasiswa. “FTI Unissula juga membeli mobil listrik baru yang digunakan sebagai anatomi mahasiswa. Harapannya mahasiswa bisa pelajari, sehingga menjadi lebih kencang, dan ada nilai tambah yang tidak menimbulkan kerepotan di masyarakat,” jelasnya.

Adapun Anggota Komisi X DPR RI Dr H Abdul Fikri Faqih MM menyebut adanya ketimpangan antara dunia pendidikan dan industri dalam pengembangan teknologi ini. “Dunia kampus hanya bisa memenuhi 5-8% dari 8-9% artinya ada gap yang mesti dibuka dan dibongkar apa yang terjadi yang harus didiskusikan oleh tiga ahli yakni pendidikan, industri dan pemerintahan untuk mencapai kesesuaian dengan kebutuhan industri,” jelasnya.

Selain itu Direktur Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Kemendiktisaintek Prof I Ketut Adnyana PhD juga memberikan dukungan agar kampus memperbanyak riset yang bermuara pada terciptanya inovasi, terobosan, dan rekayasa terbarukan.

Di antaranya juga kontribusi perguruan tinggi, dalam penerapan teknologi hijau, untuk melindungi lingkungan, menghemat sumber daya alam, dan lainnya.

Selanjutnya Culture Development Manager Polytron David Setyadi Rahardjo memaparkan bahwa dalam menjawab tantangan tersebut harus memahami kompetensi. “Kompetensi ini merupakan kombinasi utuh antara pengetahuan, keterampilan, dan sikap untuk mencapai standar kerja,” jelasnya.

Sehingga sebagai Perguruan Tinggi tantangan paling utama adalah apakah kurikulum bergerak cepat. Karena yang terjadi teknologi berubah sangat cepat, dan industri berubah setiap tahun.

Lebih lanjut Dosen Teknik Elektro Unissula Dr Gunawan ST MT turut menjelaskan kesenjangan kompetensi yang terjadi oleh para lulusan. “Tantangan terbesar pendidikan tinggi Indonesia saat ini bukan lagi memperluas akses, tetapi memastikan lulusan, riset, dan inovasi mampu menjawab kebutuhan industri dan ekonomi nasional,” jelasnya.