blank
Ketua PCNU Kabupaten Wonosobo KH Abdurrahman Effendy saat diwawancarai wartawan usai menghadiri Musda ke-XI DPD II Partai Golkar. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Kehadiran Ketua Tanfidziyah PCNU Wonosobo, KH Abdurrahman Efendi, dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI DPD II Partai Golkar Kabupaten Wonosobo pada Minggu, 10 Mei 2026, cukup mencuri perhatian.

Bersamaan dengan itu hadir pula Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, perwakilan pimpinan partai politik (parpol), politisi senior, tokoh masyarakat, dan tokoh kasepuhan Partai Golkar di Wonosobo.

Kehadiran Ketua PCNU bukan sekadar tamu undangan, KH Abdurrahman Efendi, ini mengungkap fakta menarik tentang kedekatan historis dan kultural antara kaum nahdliyin dengan partai berlambang pohon beringin tersebut.

Dalam sesi wawancara usai pembukaan Musda, KH Abdurrahman Efendi menegaskan bahwa hubungan antara jajaran PCNU dan DPD II Partai Golkar Wonosobo selama ini berjalan sangat harmonis.

Hal ini tidak lepas dari komposisi politisi dan kader Partai Golkar Wonosobo yang sebagian besar merupakan tokoh dan warga NU. Prinsip NU itu ada di mana-mana dan tidak ke mana-mana menjadi pegangan PCNU untuk menjaga netralitasnya dengan semua partai politik.

“Komunikasi kita bagus. Faktanya, mayoritas di Golkar itu adalah orang-orang NU. Ketua DPD II Partai Golkar Wonosobo, Mas Triana Widodo, itu juga orang NU. Sekretarisnya juga NU, warga bahkan tokoh Banser. Jadi semuanya itu mayoritas kader-kader NU,” ungkapnya sembari tersenyum.

Partai Matang

blank
Musda ke-XI DPD II Partai Golkar Kabupaten Wonosobo yang dihadiri banyak kader Golkar. Foto : SB/Muharno Zarka

Sebagai pemimpin organisasi keagamaan terbesar di Wonosobo, dia menaruh harapan besar pada Musda ke-XI DPD II Partai Golkar Wonosobo kali ini bisa melahirkan pemimpin yang bisa membawa kemajuan partai dan didukung akar rumput.

KH Abdurrahman Efendi juga mengingatkan bahwa kematangan usia Partai Golkar harus dibarengi dengan kemampuan menjaga stabilitas dan kedamaian politik. Yakni membangun politik yang bermartabat dan mampu memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Golkar ini partai besar yang usianya sudah tua, bahkan pernah menguasai Indonesia. Maka kami, Musda ini berjalan aman, tentram, dan yang paling penting adalah damai. Saat ini semua partai politik butuh kedamaian,” tegasnya.

Terkait arah dukungan dalam pemilihan Ketua DPD II Partai Golkar Wonosobo, KH Abdurrahman Efendi menegaskan bahwa secara organisasi, NU akan tetap menjaga posisi netral. NU mesti menjaga jarak dengan semua parpol dan tidak terlibat politik praktis.

Namun, KH Abdurrahman mendorong agar forum Musda ke-XI DPD II Partai Golkar mampu membawa kebaikan bagi struktur partai maupun para kader. Karena partai berlambang pohon beringin ini merupakan partai kader dan modern sehingga bisa menjadi rumah bersama bagi kadernya.

“NU itu harus netral. Silakan pilih kader-kader Golkar yang terbaik, siapa kira-kira yang paling bertanggung jawab dan siap untuk memajukan Golkar, mari kita dorong untuk dipilih,” tandasnya.

Hadirnya tokoh ulama dalam agenda politik ini diharapkan mampu menyejukkan suasana kompetisi internal partai, sekaligus memastikan bahwa suksesi kepemimpinan di tubuh Golkar Wonosobo tetap selaras dengan nilai-nilai kearifan lokal dan semangat gotong royong.

Penulis : Emhaka Putra