blank
Bupati Kebumen Lils Nuryani disaksikan Kapolres AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menyerahan tumpeng kepada Ketua KSPSI Kebumen, Akif Fatwal Amin di Gedung Tribrata Mapolres, Jumat 1/5.(Foto:SB/Humas Polres)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kabupaten Kebumen Jumat (1/5) berlangsung kondusif.

Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kebumen Akif Fatwal Amin menerima tumpeng dari Bupati Kebumen Lilis Nuryani, disaksikan Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama.

Acara di Gedung Tribrata Mapolres Kebumen Jalan Tentara Pelajar itu juga ditandai penyerahan penghargaan kepada Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama sebagai Kapolres Sahabat Buruh.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dukungan terhadap terciptanya hubungan industrial yang harmonis di Kebumen.

blank
Bupati Kebumen Lilis Nuryani didampingi Ketua DPRD Saman dan Kapolres AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama bersama para pekerja penerima penghargaan di Peringatan Hari Buruh di Mapolres, Jumat 2/5.(Foto:SB/Humas Polres)

Praktis peringatan Hari Buruh itu tanpa aksi turun ke jalan. Serikat pekerja memilih mengemas peringatan dalam suasana hangat melalui ajang apresiasi bagi para pekerja.

Kegiatan mengusung tema “Buruh Sejahtera, Fondasi Utama Pembangunan Nasional.” Momentum ini tidak hanya menjadi peringatan simbolik, tetapi juga ruang refleksi sekaligus penghargaan atas kontribusi pekerja.

Ketua KSPSI Kebumen Akif Fatwal Amin mengatakan, perayaan tahun ini sengaja dirancang berbeda. Jika sebelumnya identik dengan demonstrasi, kini diubah menjadi kegiatan yang lebih positif dan apresiatif.

“Kami ingin memberi makna berbeda. May Day berlangsung dengan suasana hangat dan penuh keakraban,”terang Akif.

Menurut penuturan Akif, pihaknya sempat menghadapi kendala dalam menentukan lokasi kegiatan. Namun akhirnya pelaksanaan dapat difasilitasi di Mapolres Kebumen. Ia menegaskan, keputusan tidak menggelar aksi jalanan merupakan bagian dari upaya menjaga kondusivitas daerah.

Pada kesempatan itu, KSPSI memberikan penghargaan kepada pekerja teladan, khususnya dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis. Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah indikator, seperti kedisiplinan, masa kerja, hingga kehadiran. Penghargaan ditujukan bagi pekerja non-manajemen yang dinilai memiliki dedikasi tinggi.

Akif juga menyoroti dampak program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kebumen yang dinilai mampu membuka lapangan kerja signifikan.“Ada lebih dari 6.000 pekerja yang terlibat. Ini bukan keberhasilan satu dua orang, tapi keberhasilan bersama. Karena itu, pekerja di SPPG harus menjaga pekerjaannya,”kata dia.

Selain pemberian penghargaan, rangkaian kegiatan diisi dengan temu pekerja, bakti sosial, hingga lomba video kreatif bertema Hari Buruh. Seluruh rangkaian tersebut diharapkan mampu memperkuat solidaritas sekaligus membangun citra positif pekerja di tengah masyarakat.

Bupati Kebumen Hj Lilis Nuryani menyampaikan, Hari Buruh seharusnya menjadi momentum refleksi, bukan sekadar seremoni. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen untuk terus mendengar aspirasi pekerja sekaligus menjaga iklim investasi.

“Kita harus memastikan Kebumen tetap terbuka bagi investasi. Di sisi lain, pekerja juga perlu terus meningkatkan kemampuan agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman,”ujar Lilis.

Ungkapan rasa syukur atas peringatan Hari Buruh juga ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng. Bupati Kebumen berkesempatan memotong tumpeng dan menyerahkannya kepada Ketua KSPSI Akif Fatwal Amin sebagai simbol kebersamaan.

Kapolres Kebumen menyambut positif peringatan May Day yang berlangsung tanpa demonstrasi. Ia menilai pendekatan yang mengedepankan dialog dan apresiasi dapat menciptakan suasana yang lebih kondusif.

“Jika seluruh elemen masyarakat bersama menjaga keamanan dan bertanggung jawab atas lingkungannya, situasi Kebumen akan selalu kondusif,”ujar AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama.

Melalui peringatan yang lebih sejuk ini, KSPSI Kebumen berharap hubungan antara pekerja, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya semakin harmonis. May Day pun tidak lagi identik dengan ketegangan, melainkan menjadi ruang bersama untuk menguatkan solidaritas dan semangat kerja.

Komper Wardopo