blank
Mbah Darji menyusuri sawah sebelum ada jalan cor TMMD. Foto: Dok/Pendim

SRAGEN (SUARABARU.ID) – Pembangunan jalan cor beton dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen di Desa Puro, Kecamatan Karangmalang mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Infrastruktur yang sebelumnya rusak dan sulit dilalui, kini berubah menjadi akses yang mulus dan kokoh, mendukung aktivitas warga sehari-hari.

Salah satu yang merasakan langsung dampak positif tersebut adalah Mbah Darji (68), seorang petani padi setempat. Ia mengaku sangat terbantu dengan kondisi jalan yang kini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Sebelum adanya pengecoran, jalan menuju area persawahan masih berupa tanah yang mudah rusak saat musim hujan. Kondisi licin dan berlumpur kerap menyulitkan petani dalam mengangkut pupuk, bibit, hingga hasil panen. Bahkan, tidak jarang kendaraan tergelincir atau harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh.

Namun kini, setelah Satgas TMMD bersama warga bergotong royong melakukan pengecoran, akses menuju lahan pertanian menjadi lebih lancar dan aman. Perubahan ini membawa dampak langsung terhadap efisiensi kerja para petani.

“Alhamdulillah sekarang jalannya bagus. Mau bawa pupuk atau angkut gabah jadi lancar. Dulu kalau hujan susah lewat, kadang harus muter jauh. Sekarang lebih hemat biaya dan tenaga,” ungkap Mbah Darji dengan wajah sumringah, Jumat (1/5/2026).

Sementara itu, salah satu anggota Satgas TMMD menjelaskan bahwa pembangunan jalan ini memang difokuskan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya sektor pertanian. Akses jalan yang memadai diyakini mampu mempercepat distribusi hasil panen sekaligus menekan biaya produksi.

Program TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kehadiran jalan cor beton ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dan rakyat dalam mendorong kemajuan desa, khususnya bagi para petani yang menjadi tulang punggung perekonomian wilayah.

Agus S