blank
Loko Argo Bromo Anggrek yang menubruk gerbong KRL Commuter di Stasiun Bekasi Timur. Foto: Tangkapan layar youtube

BEKASI (SUARABARU.ID) –  Korban meninggal akibat KA Argo Brom menabrak KRL Commuter di Stasiun Bekasi Timur sampai saat ini bertambah menjadi 14 orang.

Ke-14 penumpang yang menjadi korban tewas tersebut dipastikan seluruhnya berjenis kelamin perempuan. Mereka adalah penumpang KRL yang berada di gerbong paling belakang, yaitu gerbong khusus Perempuan.

Vice President Corporate Communications PT KAI, Anne Purba menyebut, semua korban meninggal adalah Perempuan. “Kami lihat para korban dalam usia produktif, baik kuliah dan bekerja,” kata, Anne Purba di Bekasi, Selasa, 28 April 2026.

Anne menerangkan bahwa saat ini proses identifikasi seluruh korban meninggal dunia masih terus dilakukan. Sebanyak lima dari 14 korban meninggal dunia telah teridentifikasi. Sementara itu, sembilan orang lainnya masih dalam proses identifikasi oleh pihak terkait.

Baca juga Argo Bromo Tabrak KRL 7 Tewas 81 Luka-Luka, Prabowo Kunjung Korban di RSUD Bekasi

Dalam kecelakaan yang terjadi Senin malam menjelang pukul 21.00 itu, pada awalnya dikabarkan empat orang meninggal. Dalam perkembangannya pagi tadi, korban meninggal bertambah menjadi tujuh orang, dan terakhir tercatat 14 orang.

Menurut Anne, masinis dari kedua kereta yang tertabrak hingga menyebabkan puluhan orang luka-luka itu dalam kondisi selamat. “Alhamdulillah, puji Tuhan selamat,” ujar Anne.

Namun, dia menyatakan bahwa sejumlah awak KAI harus dilarikan ke rumah sakit akibat peristiwa tersebut. “Walaupun beberapa dari awak sarana kami sedang di rumah sakit juga untuk dilakukan pengecekan semuanya karena mereka kan beraktivitas. Jadi memastikan kondisi fisiknya juga dalam kondisi baik,” ujar Anne.

wied