JEPARA (SUARABARU.ID) – Upaya memperkuat ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim kini mulai dilakukan dari tingkat desa. Bertempat di Gedung Al Fitroh Watuaji, (28/4/2026). Pemerintah Desa Watuaji Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, secara resmi membentuk program Desa/Kelurahan Sehat Iklim (DEKSI) sebagai langkah strategi menghadapi ancaman perubahan iklim yang kian nyata.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Puskesmas Keling 1 dan difasilitatori oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara. Hadir dalam kegiatan tersebut berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan, mulai dari Petinggi Desa Watuaji Junaidi, S.Sos, Ketua dan pengurus TP PKK desa, Forum Kesehatan Desa (FKD), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), kader Posyandu, kader PKD, Ketua RW, bidan desa, tokoh agama, hingga pengelola PMA.
Dalam sambutannya, Petinggi Desa Watuaji, Junaidi, menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim. “Ini adalah program yang sangat baik. Masyarakat harus siap mengantisipasi berbagai dampak perubahan iklim yang saat ini semakin tidak diharapkan,” ujarnya.

Program DEKSI sendiri bertujuan menciptakan lingkungan desa yang ramah lingkungan, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap berbagai risiko kesehatan akibat perubahan iklim. Hal ini diperkuat dengan pernyataan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Hadi Sarwoko, S.KM., MMKes., MM., yang menegaskan bahwa DEKSI merupakan bagian dari strategi promotif dan preventif di sektor kesehatan masyarakat.
“Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan penyakit sensitif iklim seperti demam berdarah dengue (DBD), diare, malaria, dan ISPA,” jelasnya saat dikonfirmasi.
Sebagai fasilitator kegiatan, perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Asrori dan Fauzia Nur Arifa Rahman, yang memandu terbentuknya DEKSI. Dalam pemaparannya, Asrori menjelaskan bahwa terdapat lima langkah utama dalam pelaksanaan program DEKSI, yakni pemberdayaan masyarakat dengan metode partisipatori, pembentukan Tim Kerja Masyarakat (TKM), penyusunan Rencana Kerja Masyarakat (RKM), pelaksanaan aksi adaptasi perubahan iklim, serta verifikasi dan evaluasi pelaksanaan.
“Hari ini kita memulai dari tahap pemberdayaan masyarakat melalui metode partisipatori. Alhamdulillah peserta sangat antusias dan menunjukkan semangat yang tinggi. Selain itu, telah terbentuk Tim Kerja Masyarakat (TKM) dengan terpilihnya Koderi sebagai Ketua DEKSI Desa Watuaji,” terang Asrori.
Sementara itu, Wardoyo selaku pendamping pelaksanaan DEKSI dari Puskesmas Keling 1 menyoroti kondisi iklim yang semakin tidak menentu dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. Ia menyebut bahwa perubahan iklim kini menjadi ancaman nyata yang tidak bisa diabaikan.
“Musim yang tidak disebutkan berdampak langsung pada peningkatan penyakit berbasis lingkungan. Desa menjadi garda terdepan dalam menghadapi situasi ini. Oleh karena itu, DEKSI hadir sebagai solusi untuk meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim,” ungkap Wardoyo.
Pembentukan DEKSI di Desa Watuaji menjadi langkah awal yang diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa lain di Kabupaten Jepara. Dengan pendekatan partisipatif dan melibatkan seluruh elemen masyarakat, program ini diharapkan mampu menciptakan perubahan dalam pengelolaan lingkungan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Ke depan, implementasi DEKSI tidak hanya berhenti pada pembentukan struktur organisasi, tetapi juga diwujudkan dalam aksi konkret di lapangan, mulai dari pengelolaan lingkungan, pengendalian vektor penyakit, hingga edukasi masyarakat secara berkelanjutan.
Hadepe













