SEMARANG (SUARABARU.ID) – Dalam upaya memperkuat sinergi dan merumuskan program sosial tepat sasaran, PLN Indonesia Power UBP Semarang kembali menyelenggarakan kegiatan rutin tahunan, Musyawarah Rencana Kerja Program Corporate Social Responsibility (CSR).
Kegiatan strategis ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan secara komprehensif, mulai dari kelompok masyarakat, pemerintah, institusi pendidikan, Non-Governmental Organization (NGO), hingga mitra perusahaan lainnya.
Mengedepankan prinsip partisipatif dan transparansi, forum musyawarah ini mempunyai tujuan untuk menyelaraskan sumber daya dari seluruh mitra, guna menciptakan program CSR yang relevan, dengan kondisi dan kebutuhan riil masyarakat.
Diskusi dirancang secara terbuka melalui mekanisme forum kelompok yang dibagi rata dari berbagai sektor. Pengelompokan ini didasarkan pada cluster Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) yang menjadi fokus PLN, diantaranya:
Pilar 3: Peningkatan Kesehatan & Kesejahteraan
Pilar 4: Pendidikan Berkualitas
Pilar 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
Pilar 13: Penanganan Perubahan Iklim
Pilar 14: Ekosistem Laut
Pilar 15: Ekosistem Darat
Senior Manager Unit PLN UBP Semarang, Flavianus Erwin Putranto menegaskan, pelibatan multi-pihak ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menjalankan bisnis yang berwawasan sosial dan lingkungan.
“Kolaborasi adalah kunci keberhasilan program sosial. Melalui musyawarah multi-stakeholder ini, kami mendengarkan langsung aspirasi dari akar rumput. Kami ingin memastikan bahwa setiap program CSR yang dijalankan oleh PLN Indonesia Power UBP Semarang pada tahun 2026 bukan sekadar menggugurkan kewajiban, melainkan benar-benar menjawab kebutuhan aktual, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Kami berkomitmen untuk terus tumbuh dan berkembang bersama lingkungan sekitar,” ungkap Flavianus, belum lama ini.
Langkah kolaboratif ini mendapat apresiasi penuh dari pemerintah setempat. Siwi Wahyuningsih, perwakilan pemerintah daerah yang hadir dalam forum tersebut menilai, pelibatan akademisi dan pemerintah sangat krusial dalam merancang program yang berkelanjutan.
“Acara ini mampu mewakili seluruh aspirasi masyarakat. Bahkan akademisi dan pemerintah yang memiliki kewenangan juga ikut andil dalam memberikan arahan dan berkontribusi. Sebagai pimpinan di wilayah ini, saya sangat mendukung dan memberikan apresiasi tinggi kepada Indonesia Power atas support-nya selama ini di wilayah kami,” tegas Siwi.
Seluruh aspirasi dan usulan yang terhimpun dari forum ini akan dikonsolidasikan dan dirumuskan menjadi Rencana Kerja CSR Tahun 2026 PLN Indonesia Power UBP Semarang.
Program-program tersebut nantinya akan difokuskan pada sektor pendidikan, kesehatan, perbaikan lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, PLN Indonesia Power UBP Semarang berharap dapat terus menjalin kolaborasi yang kokoh, signifikan, dan berkelanjutan untuk meningkatkan taraf hidup, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera.
Ning S













