SEMARANG (SUARABARU.ID) – Kanwil Kemenkum Jawa Tengah melaksanakan apel pagi yang dipimpin oleh Dendi Lesmana Ellion yang merupakan Penyuluh Anti Korupsi, Senin (27/4/2026).
Ia menekankan pentingnya menjaga integritas sebagai fondasi utama dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan publik, khususnya dalam pembangunan Zona Integritas menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Menurutnya, keberhasilan pembangunan Zona Integritas tidak hanya diukur dari kelengkapan data dukung administrasi, tetapi juga harus dibuktikan melalui kredibilitas organisasi, kualitas pelayanan, serta komitmen nyata terhadap pengawasan internal.
“Integritas bukan sekadar basa-basi. Di dalamnya ada komitmen untuk menjauhi gratifikasi, suap, penyalahgunaan wewenang, dan berbagai bentuk pelanggaran lainnya,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa persoalan integritas akan berdampak besar terhadap organisasi, termasuk penilaian terhadap pimpinan dan satuan kerja secara keseluruhan.
Dendi menyampaikan, predikat WBK dan WBBM bukan semata-mata ditentukan oleh penilai eksternal, melainkan ditentukan oleh kesungguhan internal organisasi dalam membangun budaya kerja yang bersih dan profesional.
“WBK dan WBBM itu berpulang pada diri kita sendiri, bukan semata pada tim penilai. Kalau ada persoalan, harus segera diselesaikan dan tidak boleh dianggap remeh,” ujarnya.
Ia menambahkan, satuan kerja yang memiliki nilai administratif tinggi pun dapat terhambat apabila masih terdapat persoalan yang belum dituntaskan. Oleh karena itu, seluruh jajaran diminta menunjukkan itikad baik, respons cepat, dan semangat perbaikan berkelanjutan.
Diharapkan agar Tim Zona Integritas Kanwil Kemenkum Jawa Tengah dapat meraih hasil terbaik pada tahun 2026 serta mendorong seluruh satuan kerja di Jawa Tengah untuk sukses meraih predikat WBK/WBBM.
Dalam apel dihadiri Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum (P3H) Delmawati, pejabat struktural, pejabat fungsional tertentu (JFT), pejabat fungsional umum (JFU), CPNS, serta mahasiswa magang.
Ning S













