blank
Wamen Pertanian RI, Sudaryono dan Ketua MPR RI Ahmad Muzani saat hadir dalam acara Kontes APPSI di Wonosobo. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO (SUARABARU.ID)– Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Sudaryono, menyebut kontes sapi bisa menjadi trigger atau pemicu bagi kemajuan dan kesejahteraan para peternak. Kontes sapi ini juga bisa menaikan gengsi para peternak maupun blantika sapi.

“Saya sudah hadir di beberapa agenda kontes sapi, salah satunya di Boyolali dan di Jember. Saat ini saya juga alhamdulillah bis hadir di kontes APPSI di Wonosobo. Semua kontes sapi ramai dan berhasil,” katanya.

 

Mentan RI Sudaryono yang kerap dipanggil Mas Dar tersebut mengatakan hal itu, di sela-sela acara “Kontes Asosiasi Peternakan dan Penggemuk Sapi (APPSI) Wonosobo” di Wonoland Andongsili Mojotengah Wonosobo, Sabtu (25/4/2026).

 

Dia berjanji akan menyediakan waktu khusus untuk bisa hadir di setiap kontes sapi. Kontes APPSI di Wonosobo sendiri memperebutkan piala Ketua MPR RI, Ahmad Muzani dan berhadiah utama mobil Ayla dan umroh gratis.

 

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Ketua APPSI Pusat Haji Dadang, Bupati dan Wakil Bupati Wonosobo dan beberapa Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota di Jateng.

 

Mas Dar mengatakan Presiden RI Prabowo Subianto, punya program unggulan yakni swasembada pangan. Indonesia telah mencapai swasembada pangan di tahun 2025 dengan tidak mengimpor beras lagi.

 

“Kita telah berhasil, stop impor beras 100 persen telah distop dan tidak mengimpor lagi. Orang mengatakan kepada kita semua, ini kan berarti swasembada beras Pak Wamen, bukan swasembada pangan. Bukan, kita sudah bisa dikatakan swasembada pangan,” serunya.

 

Karena dalam satu piring menu makanan, kebutuhan karbohidrat, protein, sayur dan buah sudah terpenuhi. Kalau susu dan daging memang masih impor karena stok kurang. Tapi masih bisa diganti atau disubstitusi dengan kebutuhan protein lain. Seperti ikan, telur dan ayam, daging ayam yang sudah surplus.

Ekonomi Bergerak

blank
Wamen Pertanian RI, Sudaryono saat menyerahkan bantuan sapi di sela-sela Kontes APPSI di Wonosobo. Foto : SB/Muharno Zarka

Sementara itu, Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyoroti pentingnya peran peternak sapi menjelang Hari Raya Idul Adha yang menjadi momentum puncak bagi sektor peternakan.

“Idul Adha itu adalah jackpot-nya para peternak sapi, lebarannya para peternak sapi. Kontes sapi yang digelar menjelang Idul Adha bukan sekadar ajang lomba, melainkan wadah mempertemukan peternak dari berbagai daerah,” katanya.

Menurutnya, forum seperti ini penting untuk saling berbagi pengalaman, mulai dari teknik penggemukan hingga penanganan penyakit ternak.

“Ini arena untuk mempertemukan peternak yang satu dengan yang lain, saling bertukar informasi bagaimana meningkatkan bobot sapi dan mengatasi penyakit,” ujarnya.

Dia menambahkan, peningkatan produktivitas peternak akan berdampak langsung pada perekonomian. Muzani menilai, kesejahteraan peternak menjadi indikator bergeraknya ekonomi masyarakat.

“Kalau peternak sumringah, pendapatannya bagus, itu tandanya ekonomi bergerak dan daya beli masyarakat kuat. Potensi Wonosobo sebagai daerah pengembangan peternakan, khususnya sapi perah. Kebutuhan susu nasional masih belum terpenuhi, sehingga peluang pasar masih terbuka lebar,” ungkapnya.

“Produksi susu kita baru sekitar 23-25 persen dari kebutuhan nasional. Artinya masih ada sekitar 75 persen peluang yang bisa kita isi,” jelasnya.

Menurut Muzani, kondisi geografis Wonosobo yang sejuk dinilai cocok untuk pengembangan sapi perah. Daerah ini dapat menjadi salah satu sentra produksi susu nasional ke depan.

Dalam kesempatan itu, Muzani juga menyinggung dampak program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai meningkatkan permintaan produk pangan, termasuk sayur dan susu. Program tersebut memberi efek positif bagi petani dan peternak.

Kontes sapi APPSI ini juga menjadi ajang transaksi langsung antara peternak dan pembeli. Sapi yang dipamerkan dapat langsung ditawar di lokasi secara terbuka. Sapi bisa langsung ditawar secara fair.

Kementerian Pertanian RI juga memberikan dukungan berupa hadiah lima ekor sapi berbobot lebih dari satu ton bagi para pemenang kontes.

Muzani berharap kegiatan seperti ini dapat terus digelar secara rutin di berbagai daerah untuk mendorong kemajuan sektor peternakan nasional.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menambahkan di wilayahnya pada 2025 sudah hampir 6,5 juta perkembangan ternak. Dari 6,5 juta ternak, 1,2 juta di antarnya adalah sapi. Sedangkan ternak kambing 3 juta.

“Saat ini Dinas Peternakan dan Perkebunan Jateng punya program healing. Program ini merupakan salah satu program prioritas di Jateng. Bagaimana dokter-dokter hewan spesialis keliling. Program healing ini untuk vaksinasi dan pengecekan kesehatan hewan. Apabila terjadi penyakit menular pada hewan cepat teratasi,” sebutnya.

Ketua APPSI Wonosobo, Feri Atanta di hadapan Wamen Pertanian Sudaryono, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengeluhkan kondisi Pasar Hewan Wonolelo yang sudah tidak representatif lagi. Karena bangunanya sudah banyak yang rusak dan atapnya bocor.

“Kami diminta oleh para peternak dan blantik sapi di Wonosobo untuk menyampaikan hal itu. Kami mohon ada perhatian dari pemerintah agar Pasar Hewan Wonosobo segera dibenahi. Kondisi pasar saat ini sepi karena bangunan sudah banyak yang rusak dan tidak layak lagi untuk proses jual-beli antara belantik dengan peternak,” keluhnya.

 

Muharno Zarka