blank
KAI Daop 4 Semarang tegaskan penggunaan stop kontak di dalam kereta hanya untuk alat dengan daya listrik rendah. Foto: Tya Widya/dok KAI Daop 4 Semarang.

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan penggunaan stop kontak untuk memasak mi instan di dalam Kereta Api memicu perhatian publik.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) langsung merespons fenomena tersebut dengan menegaskan aturan penggunaan fasilitas listrik di dalam perjalanan.

Fenomena viral di media sosial terkait penggunaan stop kontak untuk memasak di Kereta Api itu dinilai berbahaya.

BACA JUGA : Strategi Kota Magelang Tekan Inflasi di Tengah Tekanan Geopolitik Global

KAI Daop 4 Semarang menegaskan bahwa fasilitas tersebut bukan untuk aktivitas memasak, melainkan hanya untuk perangkat elektronik pribadi berdaya rendah.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan bahwa pihaknya telah memiliki aturan jelas terkait penggunaan stop kontak di setiap kursi penumpang.

Ia menegaskan bahwa stop kontak disediakan hanya untuk menunjang kebutuhan dasar penumpang selama perjalanan.

“Penggunaan stop kontak untuk peralatan berdaya tinggi seperti kompor listrik, rice cooker, hair dryer, maupun alat elektronik rumah tangga lainnya sangat tidak diperbolehkan. Selain melanggar aturan, hal tersebut juga berpotensi membahayakan keselamatan perjalanan serta mengganggu kenyamanan pelanggan lain,” tegas Luqman.

KAI menyayangkan beredarnya konten yang menunjukkan dugaan penggunaan kompor listrik di dalam kereta.

Menurutnya, aktivitas tersebut jelas tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain melanggar aturan, tindakan tersebut juga berpotensi mengganggu sistem kelistrikan kereta api.

Luqman Arif menegaskan, pihak KAI saat ini masih melakukan penelusuran terkait kebenaran video yang beredar tersebut.

“Kami memahami perhatian publik terhadap isu ini. Oleh karena itu, KAI saat ini masih melakukan penelusuran dan pendalaman secara menyeluruh guna memastikan kebenaran informasi yang beredar, sebagai bagian dari komitmen kami dalam menjaga keselamatan dan kualitas pelayanan,” tambahnya.

KAI menilai penggunaan perangkat berdaya besar secara bersamaan dapat menimbulkan beban listrik berlebih.

BACA JUGA : Pesta Siaga Tawangharjo 2026 Meriah, Ratusan Pramuka Siaga Padati Pasar dan Balai Desa

Kondisi tersebut berisiko mengganggu sistem kelistrikan kereta secara keseluruhan. Gangguan listrik tentu akan berdampak pada kenyamanan bahkan keselamatan perjalanan.

Sebagai langkah preventif, KAI terus mengedukasi pelanggan terkait penggunaan fasilitas di dalam kereta.

Perusahaan juga telah menetapkan panduan penggunaan stop kontak yang harus dipatuhi penumpang. Perangkat yang diperbolehkan antara lain gadget pribadi seperti handphone, tablet, dan laptop.

Sementara perangkat yang dilarang meliputi kompor listrik, rice cooker, hair dryer, hingga teko listrik. KAI juga melarang pengisian daya powerbank langsung dari stop kontak kereta.

Penumpang diminta memastikan perangkat yang digunakan tidak mengalami panas berlebih. Selain itu, pengguna juga diimbau mencabut perangkat setelah selesai digunakan.

KAI mendorong penumpang menggunakan fasilitas secara bergantian demi kenyamanan bersama. Petugas di dalam kereta juga siap membantu dan mengawasi penggunaan fasilitas tersebut.

BACA JUGA : Bank Jateng Borong 8 Diamond dan 1 Gold di IOBS 2026, Tegaskan Kualitas Operasional Kelas Dunia

KAI mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan. Laporan dapat disampaikan langsung kepada kondektur atau melalui layanan resmi KAI.

Menutup pernyataannya, KAI kembali mengingatkan masyarakat agar bijak menyikapi informasi yang viral di media sosial, termasuk terkait penggunaan stop kontak untuk memasak di Kereta Api.

KAI berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh konten viral di media sosial dan tetap mematuhi aturan penggunaan stop kontak di Kereta Api, terutama untuk aktivitas memasak yang dapat membahayakan keselamatan perjalanan.

TYA WIDYA