Oleh: Amir Machmud NS
// blunder-blunder fatal/ dia tak terpuruk/ dihujat dan selalu disalahkan/ lalu bergerak menjadi inspirasi/ dan teladan di ruang ganti/ diakah contoh/ mentalitas kebangkitan seorang olahragawan?//
(Sajak” Harry Maguire”, 2026)
DARI seorang pemain yang mudah gugup, panik, dan sering membuat blunder, bagaimana kemudian dia berubah menjadi sosok yang percaya diri, kokoh, dan menginspirasi? Itukah contoh ketangguhan mental olahragawan?
Para pemain muda Manchester United tampaknya meneladani pemain senior ini. Harry Maguire, sosok yang semula sempat diremehkan, selalu disalahkan, lalu menjadi sasaran kritik media dan fans. Blunder, bahkan momen-momen gol bunuh diri lekat dengan permainan Maguire, yang direkrut MU dari Leicester City pada 2019.
Dengan caps 64 untuk tim nasional Inggris dan 7 gol, sepertinya dia cukup jam terbang dan memiliki keistimewaan sebagai defender yang produktif mencetak gol. Namun, simaklah, selama era kepelatihan Ole Gunnar Solksjaer dan Erik Ten Hag, dia menjadi bulan-bulanan sorotan.
Kini, setelah MU ditangani pelatih interim Michael Carrick, Maguire justru jadi andalan. Para pemain muda seperti Ayden Heaven, Tyrel Malacia, Patrick Dorgu, dan Leny Yoro terang-terangan menyuarakan agar Maguire dipertahankan menjelang kontraknya berakhir pada 2026. Bek 33 tahun itu dinilai menginspirasi para pemain muda, dan menjadi contoh pemain bermental tangguh.
Dulu, dia sempat didapuk menjadi kapten MU, namun seiring dengan blunder-blundernya dia digantikan oleh Bruno Fernandes. Era Erik Ten Hag memang menjadi masa-masa suram Maguire yang waktu itu bahkan dijadikan “kambing hitam” titik lemah kedua di pertahanan MU di samping kiper Andre Onana yang juga kerap melakukan kesalahan fatal.
Maguire sebenarnya memiliki kemampuan dasar fisik yang dominan, terutama dalam duel udara dan sapuan bola. Dia juga memiliki kemampuan passing yang baik dalam membangun serangan dari belakang. Salah satu yang paing menonjol adalah kemampuannya mencetak gol dengan sundulan dari kemelut di depan gawang lawan.
Bertahan di MU?
Dia diminati sejumlah kub Liga Seri A, dan klub Liga Pro Saudi, tetapi keinginannya kuat untuk bertahan di Old Trafford, karena dia cocok dengan pelatih interim Michael Carrick. Dia berkomitmen bisa memberi peran penting kepada klub.
Maguire menegaskan, dia membuka peluang tetap bertahan bukan semata-mata karena rasa emosional kepada klub. Dan, akhirnya itulah yang terjadi. Maguire bertahan di Old Trafford dengan besaran kontrak 190.000 poundsterling atau sekitar Rp 3,8 miliar per minggu yang berlaku hingga Juni 2027.
Mengapa sependek itu perpanjangan kontrak Maguire?
MU rupanya juga punya rencana jangka panjang. Setan Merah tertarik meminang Jarred Paul Branthwaite, bek muda Inggris (23 tahun) yang bermain untuk Everton. Bisa dipahami, mengingat usia Maguire sudah 33 tahun, dan sudah sejak lama MU tertarik kepada Branthwaite dan merencanakan menyusun skema pertahanan masa depan. Konon pembicaraan serius juga telah dilakukan. Pada 2004, MU sudah meminangnya, namun ketika itu ditolak, karena Jarred masih dalam proses pemulihan cedera.
Bruno Fernandes, kapten MU termasuk yang mengigatkan pentingnya mempertahankan Maguire. Mempertahankan pemain senior seperti Harry Maguire sama pentingnya dengan mendatangkan pemain baru pada musim panas mendatang untuk membentuk tim yang kuat musim depan.
Salah satu rekrutan segar MU musim kemarin terlihat di sektor kiper. Senne Lammens didatangkan dari Royal Antwerp, Belgia, untuk menggantikan Andre Onana, Altay Bayndr, dan Tom Heaton. Lapis terakhir pertahanan MU sekarang terasa mantap, karena para bek merasa punya kiper yang bisa diandalkan.
Saat ini, The Red Devils berada di peringkat ketiga Liga Inggris dengan 55 poin dari 32 laga dan berpeluang besar mendapat tiket ke Liga Champions musim depan. Maka MU diperkirakan bakal berburu banyak pemain demi menambah kualitas tim.
Fernandes menambahkan, memastikan para pemain kunci tetap bertahan juga merupakan langkah krusial. “Saya rasa Harry sudah lama berada di sini. Saya selalu mengatakan ini dengan cara yang mudah dipahami: orang-orang menyukai daging segar,” ujarnya seperti dikutip ESPN. (detik.com, 12 April 2026).
“Orang-orang menginginkan daging segar. Mereka menginginkan nama-nama baru, menginginkan kegembiraan, ingin melihat orang-orang yang berbeda mengenakan seragam MU, dan itu normal. Saya pikir, Harry telah mengatasi hal itu dengan sangat baik”.
Fernandes menandaskan, Harry Magure sangat penting dalam banyak momen bersama. Pengakuan dari klub ini memang pantas dia dapatkan, karena dia juga sangat penting bagi tim, bagi ruang ganti”.
Katanya lagi, “Kehilangan seseorang kaya pengalaman sepertinya untuk musim dimana banyak hal akan berubah, tentu akan berbeda. Anda tetap membutuhkan beberapa pilar untuk tetap bertahan dan menunjukkan apa yang harus kami lakukan berbeda agar lebih sukses”.
Mentalitas kebangkitan ala Harry Maguire — yang pernah dengan percaya diri merasa sebagai salah satu bek terbaik dunia — tampaknya, menjadi contoh nyata bagi para penggawa muda Setan Merah. Dia tidak hancur karena hujatan, dia justru menata mental karena belajar dari kesalahan-kesalahan, dan dia mampu bersaing dengan para ”daging muda”…
— Amir Machmud NS, wartawan Suarabaru.Id —













