JEPARA (SUARABARU.ID) – Perlindungan pesisir Jepara kembali menjadi sorotan positif melalui aksi nyata mahasiswa. Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Wapalhi, di bawah naungan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Unisnu Jepara, akan menyelenggarakan rangkaian kegiatan Reboisasi Hutan Mangrove Pantai Jepara (RHMPJ) VII pada 18-19 April 2026.
Mengusung tema besar “Satu Aksi Untuk Konservasi, Mangrove untuk Masa Depan, Satu Bibit Berjuta Harapan“, kegiatan ini tidak hanya sekadar seremonial penanaman, namun menjadi wadah konsolidasi kepedulian lingkungan.
Rangkaian acara akan dimulai pada Sabtu sore (18/4) dengan registrasi peserta dan malam harinya dilakukan sesi “Jagong Bareng”. Di bawah langit malam, para peserta akan berbagi cerita dan menikmati hiburan sebagai sarana mempererat solidaritas sebelum aksi lapangan.
Puncaknya terjadi pada Minggu (19/4). Setelah opening ceremony, seluruh peserta terjun langsung dalam agenda utama: revitalisasi hutan mangrove. Tidak berhenti pada penanaman, kegiatan ditutup dengan aksi bersih-bersih area camp sebagai wujud nyata komitmen “Zero Waste”.
Kegiatan ini mendapat perhatian khusus dari berbagai pihak, salah satunya anggota DPR RI DR.Hj. Hindun Anisah, M.A Dapil Jepara, Demak, dan Kudus. Saat ditemui ia menyatakan kekagumannya atas inisiatif mahasiswa FSH Unisnu.
“Saya sangat respect dengan kegiatan positif seperti ini. Ini adalah langkah konkret yang perlu dilanjutkan secara konsisten demi menjaga ekosistem daerah Jepara. Inisiatif anak muda dalam konservasi adalah kunci masa depan pesisir kita,” ujar Dr. Hindun dengan nada bangga.

Senada dengan hal tersebut, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Unisnu Jepara Dr. Wahidullah juga memberikan apresiasi tinggi. Ia menilai RHMPJ VII merupakan bentuk implementasi nilai-nilai syariah dalam menjaga alam. “Kami dari pihak fakultas sangat mengapresiasi dan mendukung penuh dedikasi Mapala Wapalhi. Kegiatan ini membuktikan bahwa mahasiswa hukum tidak hanya cakap dalam berargumen di ruang sidang, tapi juga peduli dan turun tangan langsung menjaga kelestarian lingkungan,” tutur Dekan FSH.
RHMPJ VII bertujuan untuk memulihkan ekosistem pesisir, mencegah abrasi, serta meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya mangrove. Namun, langkah Mapala Wapalhi tidak berhenti di sini.
Ketua panitia menegaskan bahwa semangat RHMPJ VII akan terus dibawa ke agenda besar berikutnya. Ada komitmen kuat untuk mengintegrasikan aksi lingkungan ini ke dalam perhelatan Festival Syariah mendatang.
“Kami berkomitmen agar semangat penanaman ini berlanjut. Nantinya di Festival Syariah, agenda penanaman akan tetap menjadi salah satu pilar utama. Kami ingin memastikan bahwa setiap kegiatan yang kami buat memiliki dampak ekologis yang nyata,” pungkas perwakilan panitia.
Dengan terselenggarnya RHMPJ VII, diharapkan ribuan bibit yang tertanam hari ini dapat tumbuh menjadi “Berjuta Harapan” bagi kelestarian lingkungan Jepara di masa depan.
Hadepe = WD













