blank
Kentrung Ken Palman berkolaborasi dengan pesinden Tesha Yoshita ikut meriahkan tasyakuran Hari Jadi Pakis Aji Ke-18. Foto: Dok SRKJ

JEPARA (SUARABARU.ID) – Camat Pakis Aji  beserta seluruh pegawai kantor kecamatan Pakis Aji menggelar acara tasyakuran dalam rangka Ulang Tahun Kecamatan yang ke -18.  Kegiatan yang  berlangsung di aula kantor Kecamatan Pakis Aji ini dihadiri Forkopimcam, petinggi, perangkat desa, BPD, Dinas Intansi, Dinas Nievo beserta tokoh lintas agama dan tokoh Masyarakat. Kentrung Ken Palman Jepara juga turut meramaikan acara ini

Kegiatan ini dilakukan secara rutin  setiap tahun pada bulan April. “Mengacu Surat Edaran Sekda Jepara pada bulan April 2008 yang menyebutkan bahwa tanggal 10 April 2008 menjadi hari pertama beroperasinya dua kecamatan baru, Donorojo dan Pakis Aji, maka tanggal itulah yang kemudian disepakati sebagai hari lahirnya kecamatan kami,” kata camat Pakis Aji, Mujoko, SH, MH.

blank
Camat Pakis Aji Mujoko SH , MH saat menyherahkan cincderamata kepada Sekcam yang dimutasi. Foto: SKRJ

Lebih lanjut menyatakan, kegiatan yang didakan pada hari Rabu, 15 April 2026, juga dirangkai dengan acara halalbihalal serta lepas sambut Sekcam Pakis Aji.  “Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong antar semua lini, menuju Pakis Aji yang Maju dan Berprestasi. “Pakis Aji Berprestasi” sendiri sudah menjadi semacam slogan bagi pemerintah dan warga Pakis Aji yang diharapkan mampu menjadi daya dorong bagi setiap warga di semua bidang.

Sudah menjadi pengetahuan bersama bahwa wilayah kecamatan Pakisa Aji yang berada di lereng utara pegunungan Muria, secara geografis merupakan daerah yang subur dan sangat potensial untuk pengembangan komoditas pertanian dan perkebunan. Tidak mengherankan jika beberapa desa di Paksi Aji merupakan pusat-pusat produksi industry kerakyatan seperti Gula Aren, Kopi, Kerajinan Anyaman, Tape, dan sebagainya.

blank
Kegiatan yang berlangsung di aula kantor Kecamatan Pakis Aji ini dihadiri Forkopimcam, petinggi, perangkat desa, BPD, Dinas Intansi, Dinas Nievo beserta tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat. Foto: SRKJ

Disamping itu, potensi pariwisatanya juga cukup menjanjikan apabila ditata dan dikelola secara lebih serius, khususnya wisata alam dengan banyaknya sungai, hutan dan pemandangan alam khas pegunungan.

Potensi seni budaya juga tidak kalah dibanding daerah lain, dimana banyak tersebar seniman dan komunitas seni di yang eksis dan beraktivitas di desa-desa di sekuruh kecamatan Pakis Aji. Sebut misalnya Tongtek, Rebana, Wayang Kulit (dalang), Ketoprak, Reyog, Orkes dan masih banyak lagi. Bahkan salah satu kesenian yang menyandang predikat Warisan Budaya Tak Benda Indonesia dari Jepara, yaitu EMPRAK sampai hari in masih eksis di Pakis Aji khususnya di desa Plajan dan desa Tanjung. Semua potensi itu tentu akan membawa dampak positif bagi kehidupan Masyarakat Pakis Aji apabila diberdayakan secara maksimal.

blank
Kegiatan yang berlangsung di aula kantor Kecamatan Pakis Aji ini dihadiri Forkopimcam, petinggi, perangkat desa, BPD, Dinas Intansi, Dinas Nievo beserta tokoh lintas agama dan tokoh Masyarakat. Foto: SRKJ

Oleh karena itu, melalui bait-bait sastra tutur yang dibikin khusus untuk ikut meramaikan HUT Kecamatan Pakis Aji ini, Komunitas Kentrung KEN PALMAN dari Sekolah Rakyat Kentrung Jepara dibawah Yayasan JUNGPARA mengajak seluruh komponen masyarakat Pakis Aji untuk bersatu dan mempertebal semangat Gotong Royong untuk Bersama-sama mengangkat potensi yang luar biasa. Sastra tutur yang dibawakan antara lain:

Pakis Aji akeh produksi

Industri rakyat ning ngendi-endi

Gulo aren karo kopi

Gawe tape momulo dadi

              Maka itu oh seandainya

              Di acara ulang tahunnya

              Dipasang tenda-tenda stand-nya

              Di pameran sungguh indahnya 

Harapannya  Pakis Aji   mampu berbicara ditingkat regional, nasional, bahkan global. Dalam kesempatan ikut memeriahkan tasyakuran HUT Kecamatan Pakis Aji itu, komunitas Kentrung KEN PALMAN menggandeng pesinden Tesha Yoshita yang merupakan putra daerah berasal dari desa Plajan.

“Saya cuma berharap teman-teman seniman di Pakis Aji bersedia menjalin kolaborasi dengan pihak kecamatan dan pemdes untuk lebih menggairahkan lagi kehidupan masyarakat melalui seni dan budaya” kata Sarjono alias Mbah John, ketua Yayasan JUNGPARA yang ikut hadir dalam kegiatan itu.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa sangat terbuka kemungkinan dalam perayaan HUT semacam ini digelar pameran produk-produk industri Masyarakat Pakis Aji disertai pementasan dari komunitas-komunitas seni, tentunya dengan dukungan dan kerjasama semua pihak.

“Agenda-agenda semacam itu biasanya akan memberikan dampak positif baik dari sisi ekonomi maupun dari sisi-sisi yang lain” tegasnya.

Hadepe – Mbah John