JEPARA (SUARABARU) – Ribuan Warga Rayakan HUT Jepara ke-477 dengan Doa dan Dzikir Bareng Gus Iqdam pada Selasa malam, 14 April 2026.
Terpantau sejak sore jemaah telah memadati Alun-alun Jepara 1. Mereka menunggu hingga tiba lantunan selawat dan dzikir yang dibacakan dalam Pengajian Akbar bersama Gus Iqdam.

Momentum ini menjadi bagian serangkaian peringatan Hari Ulang Tahun HUT ke-477 Kabupaten Jepara.
Tidak sekadar perayaan, suasana religius begitu terasa. Dari berbagai penjuru daerah, para tamu dan jemaah hadir, menyatu dalam satu tujuan, bersyukur dan meneguhkan persaudaraan.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menyampaikan rasa bangganya atas antusiasme masyarakat yang memadati alun-alun. Menurutnya, kehadiran para tamu kehormatan dari berbagai daerah menjadi bukti kuat bahwa ukhuwah Islamiyah terus terjalin dengan erat.
“Di hari jadi ke-477 Kabupaten Jepara, kita tidak hanya merayakan dengan kemeriahan, tetapi juga dengan rasa syukur,” terangnya.
Ia menegaskan bahwa bentuk rasa syukur tersebut diwujudkan melalui kebersamaan dalam majelis ilmu, dzikir, dan sholawat. Baginya, inilah wajah sejati perayaan yang penuh makna, bukan sekadar hiburan, tetapi juga penguatan spiritual masyarakat.
Tampak ribuan jemaah yang berpakaian serba putih mengelilingi panggung yang menjadi simbol harapan. Harapan akan masyarakat yang semakin dekat dengan nilai-nilai keagamaan, semakin mencintai ilmu, serta terbuka pada nasihat kebaikan.
“Malam ini alun-alun Jepara menjadi lautan putih. Pemandangan ini menyejukkan hati. Semoga ini pertanda bahwa masyarakat Jepara cinta majelis ilmu, cinta selawat, dan cinta nasihat,” lanjutnya.
Menurut Mas Wiwit, sapaan akrab Bupati Jepara, Pengajian Akbar ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menghadirkan ruang refleksi bersama pada usia ke-477, Jepara tidak hanya menatap kemajuan pembangunan, tetapi juga memperkuat fondasi spiritual masyarakatnya.

Sebelumnya, tampak Gus Iqdam mengunjungi Museum RA Kartini yang berada di komplek Pendopo Jepara. Khodimul Sabilut Taubah (ST) Blitar juga turut mengunjungi dan memuji berbagai koleksi yang menggambarkan perjalanan hidup pahlawan emansipasi perempuan tersebut.
Terlebih Kartini juga berstatus santri karena pernah “ngaji” langsung dengan KH Sholeh Darat yang merupakan guru dari pendiri NU KH Hasyim Asy’ari dan pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan.
“Jepara ini juga kota santri. Semoga terus diberkahi Alloh SWT, masyarakat makmur unggul lestari dan religius,” pungkas Gus Iqdam.
Hari Jadi ke-477 Jepara tidak sekadar merayakan usia. Ia merayakan kebersamaan, keimanan, dan harapan, dalam satu harmoni yang menggetarkan hati.
Septiana W.













