blank
Hujan angin melanda wilayah Desa Ngadirojo Lor dan Ngadirojo Kidul, di Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Menyebabkan pohon bertumbangan melintang jalan dan merusak rumah warga.(Dok.Humas Polres Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Masyarakat diminta untuk mewaspadai musim pancaroba. Utamanya kemunculan cuaca ekstrem yang ditandai hujan lebat disertai angin kencang dan petir. Ini berkaitan erat dengan siklus pergantian dari musim penghujan ke awal musim kemarau.

Dilaporkan, hujan lebat disertai angin kencang, melanda wilayah Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Menyebabkan sejumlah pohon tumbang melintang jalan dan merusak rumah penduduk.

Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo dan Kapolsek Ngadirojo AKP Pujoyono melalui Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, menyatakan, hujan angin itu berlangsung Sabtu siang (11/4/26). Melanda Dusun Tukluk di Desa Ngadirojo Lor dan Dusun Sanggrahan di Desa Ngadirojo Kidul. Tidak ada korban jiwa dalam bencana meteorologi tersebut.

Di Dusun Sanggrahan, Desa Ngadirojo Kidul, lokasinya berada di depan Kantor Pos Kecamatan Ngadirojo. Pohon Akasia (Genus Acacia P Mill) tumbang yang melintang jalan. Bersamaan itu, Pohon Petai (Parkia speciosa Hassk) roboh menimpa rumah warga milik Ny Tukinem di RT 3/RW 15.

Mneyikapi kemunculan bencana hujan angin tersebut, Kapolsek Ngadirojo AKP Pujoyono, bersama personel langsung turun mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Tindakan ini dilaksanakan bersama Perangkat Desa dan warga masyarakat, melalui kerja bakti gotong royong.

Yakni melakukan pemotongan pohon yang tumbang dengan alat yang tersedia. Tujuannya, agar ruas jalan yang tertutup oleh pohon tumbang, segera dapat dibuka supaya arus lalu lintas lancar kembali.

Pemulihan

Kerja bakti gotong royong juga dilakukan untuk menangani pohon tumbang yang menimpa rumah warga. Dalam penanganan darurat ini, ranting dan dahan serta batang induk yang menimpa rumah warga, segera dipotong-potong untuk disingkirkan. Bersama itu, dilakukan kerja bakti pembenahan kembali bagian atap yang rusak. Tindakan darurat ini, dilakukan untuk mempercepat langkah pemulihan.

Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, menyampaikan, kehadiran Polri di daerah bencana merupakan bentuk respons cepat dan menjadi wujud nyata demi memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Polri hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam kegiatan kemanusiaan,” tegas AKP Anom Prabowo.

Kepada warga masyarakat, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaannya tatkala turun hujan disertai angin kencang. Sebab dalam kondisi cuaca ekstrem, sewaktu-waktu dapat memunculkan bencana. ”Bila sampai terjadi bencana, segera laporkan ke petugas supaya secepatnya dapat ditangani,” tegas AKP Anom Prabowo.

Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca Indonesia pada Tanggal 10 sampai 16 April 2026 didominasi hujan ringan hingga lebat akibat peralihan musim dengan potensi cuaca ekstrem. Waspadai hujan lebat, kilat petir dan angin kencang. Utamanya di Pulau Jawa dan Sumatera, yang terdampak sirkulasi dari badai siklonik.

Budayawan Jawa peraih anugerah Bintang Budaya Kanjeng Raden Arya (KRA) Drs Pranoto Adiningrat MM, menyatakan, sesuai Pranata Mangsa, terhitung mulai Tanggal 27 Maret sampai dengan 19 April 2026, berada dalam siklus Mangga Kasdasa dalam naungan Res Bisma. Memiliki candra (sesebutan) Gedhong Minep Jroning Kayun (Pintu gerbang menutup di dalam hati).

Pranoto yang Abdi Dalem Keraton Surakarta Hadiningrat, menyatakan, Mangsa Kasadasa, masuk dalam musim pancaroba, atau disebut sebagai Musim Lemarengan (Mareng). Artinya, memasuki pergantian musim dari penghujan (rendengan) ke awal musim kemarau.(Bambang Pur)