JEPARA (SUARABARU.ID) — Ratusan suporter dan masyarakat Jepara memadati area videotron bagian selatan Alun-alun 1 Jepara pada Sabtu (11/4/2026) malam. Mereka dengan semangat menyaksikan nonton bareng pertandingan antara Persijap Jepara menghadapi Bhayangkara FC. Hadir pula Wakil Bupati Ibnu Hajar beserta jajarannya di tengah masyarakat.
Meski pertandingan tidak bisa disaksikan langsung di Stadion Gelora Bumi Kartini akibat sanksi dari PT LIB, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Gerimis yang turun sejak awal laga pun tidak menyurutkan semangat suporter untuk bertahan hingga peluit akhir dibunyikan.

Sejak kick-off dimulai, suasana nobar berlangsung meriah. Laskar Kalinyamat langsung membuka keunggulan satu menit setelah pertandingan dimulai. Borja Herrera berhasil melesakkan bola ke gawang Aqil Savik dan membawa Persijap unggul 1-0 di awal laga.
Pertandingan berjalan cukup seru dengan jual beli serangan dari kedua tim. Bhayangkara FC yang tertinggal meningkatkan intensitas serangan, namun lini belakang Persijap tampil solid menghadapi gempuran tim tamu. Suporter yang hadir tampak kompak memberikan dukungan dan bertepuk tangan setiap kali tim kebanggaan mereka melancarkan serangan.
Menjelang akhir babak pertama, tepatnya pada menit ke-45, Persijap Jepara menambah keunggulan melalui Sudi Abdallah yang memanfaatkan blunder lini belakang Bhayangkara FC. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, pertandingan tetap berlangsung sengit. Bhayangkara FC yang tengah dalam performa impresif setelah menyapu bersih enam laga terakhirnya, langsung memberikan tekanan sejak awal babak kedua. Namun, Persijap mampu tampil disiplin dan mengandalkan serangan balik.
Tim tamu akhirnya memperkecil ketertinggalan melalui gol Moussa Sidibe pada menit ke-90. Meski begitu, hingga peluit panjang dibunyikan, Persijap Jepara berhasil mengamankan kemenangan dengan skor 2-1 atas Bhayangkara FC.
Gol kemenangan tersebut langsung disambut sorak-sorai suporter yang memadati area nobar. Suasana semakin pecah ketika pertandingan berakhir, menandai kemenangan penting bagi Persijap.
Salah satu suporter Persijap, Firman, mengaku kemenangan ini terasa sangat spesial, terlebih bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Jepara ke-477 dan Hari Ulang Tahun Persijap ke-72.
“Sebetulnya sangat disayangkan karena di hari jadi Kota Jepara ke-477 dan juga ulang tahun Persijap ke-72, kita tidak bisa menyaksikan langsung di Stadion Gelora Bumi Kartini karena sanksi akibat kerusuhan dengan suporter Persis Solo kemarin. Tapi tetap harus disyukuri, kemenangan ini menjadi kado yang sangat spesial bagi suporter dan masyarakat Jepara,” ujar Firman.
Firman mengaku sebelumnya kurang optimistis menghadapi Bhayangkara FC yang sedang dalam performa luar biasa. Namun, ia bersyukur Persijap mampu meraih tiga poin penting.
“Saya sebelumnya kurang optimistis karena tim tamu sedang dalam performa luar biasa dengan sapu bersih enam laga terakhirnya. Syukur Alhamdulillah kita dapat tiga poin. Semoga hasil baik terus didapat agar semakin menjauh dari zona degradasi dan bertahan di Liga 1 musim depan,” tambahnya.
Kemenangan ini menjadi suntikan semangat bagi Persijap Jepara sekaligus hadiah manis bagi masyarakat Jepara di momen perayaan HUT Jepara ke 477. Di tengah gerimis dan keterbatasan menyaksikan langsung di stadion, kemenangan tersebut tetap terasa hangat seperti doa yang akhirnya menemukan jawabannya.
Septiana W. – Syafiq













