
“Generasi muda harus lebih berhati-hati dalam mengonsumsi obat. Jangan sembarangan minum obat tanpa indikasi yang jelas, tanpa resep, atau hanya karena ikut-ikutan tren. Hal ini berisiko menimbulkan dampak kesehatan bahkan bisa mengarah pada penyalahgunaan,” terangnya.
Ia menjelaskan bahwa pemahaman yang benar tentang penggunaan obat, termasuk obat bahan alam, merupakan bagian dari upaya preventif dalam menjaga kesehatan sekaligus mendukung pencegahan penyalahgunaan zat.
“Obat, baik modern maupun bahan alam, harus digunakan secara rasional. Artinya tepat indikasi, tepat dosis, dan sesuai aturan. Jika digunakan tidak sesuai, justru bisa membahayakan kesehatan dan membuka peluang penyalahgunaan,” ujarnya.
Dirinya mengingatkan, tidak semua produk yang beredar aman untuk dikonsumsi, terutama jika tidak memiliki izin edar resmi. Sebagai langkah praktis, ia mengajak seluruh peserta untuk membiasakan prinsip cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kadaluwarsa).
“Generasi muda harus kritis. Jangan mudah percaya pada klaim instan atau rekomendasi yang belum jelas sumbernya. Pastikan setiap produk yang dikonsumsi telah terdaftar dan diawasi, agar terhindar dari risiko kesehatan maupun penyalahgunaan,” pesannya.
BNNP Jawa Tengah berharap kegiatan kolaboratif berbasis CSR ini dapat diperluas dan direplikasi di berbagai wilayah sebagai bagian dari strategi nasional dalam membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing.
Ning S













