JEPARA (SUARABARU.ID) — Suara dentuman palu kayu yang beradu dengan tatah terdengar ritmis di Galery Wood Carving Jepara, Pantai Kartini Jepara. Namun, yang mengayunkan alat pahat itu bukanlah pengrajin Ukir kawakan, melainkan belasan siswa siswi SD yang tengah serius menekuni mengukir motif bunga dan daun di satu media kayu ukuran 15×15 cm.
Pemandangan inilah yang belakangan menarik perhatian masyarakat luas termasuk tim produksi TV Nasional Trans-7 yang menjadikan kelas ukir menjadi bagian dari program Si Bolang edisi Kartini, April 2026.

Dalam liputan dan pengambilan video, tampak para kru TV mengambil beberapa video anak-anak yang sedang mengukir di sekolah ukir. Hadir pula Cyrinda Almahyra Pramudya, pemeran Bolang dari Semarang.
Dalam POV-nya, Alma datang berlibur bersama keluarga ke Jepara untuk mengenal lebih dekat R. A. Kartini yang ternyata merupakan salah satu tokoh yang memperjuangkankan Seni Ukir sampai pameran ke Belanda, sehingga Alma dan keluarga turut belajar mengukir di Sekolah Ukir di Galery Wood Carving Jepara.

“Ini sangat luar biasa, karena di tengah kekhawatiran menurunnya jumlah pengukir handal yang tercatat merosot dari belasan ribu pada tahun 2000-an menjadi hanya ratusan pada awal 2025 para anak muda justru mulai berlatih ukir dang nguri-uri budaya Ukir Jepara, hingga di lirik oleh beberapa acara TV Nasional,” ujar Hadi Priyanto, Ketua Yayasan Pelestari Ukir Jepara.
Ia pun menyampaikan sebelum ini ada juga yang meliput Ukir di Galery Wood Carving Jepara. Mereka dari Metro TV dalam liputan “Melawan Lupa” pada akhir 2025, yang juga menyoroti upaya regenerasi pengukir muda. Baginya, pelatihan di tingkat akar rumput atau anak-anak ini menjadi angin segar.

Sejauh ini, sekolah ukir ini berlangsung rutin dan mendatangkan anak usia sekolah mulai dari SD hingga SMA dari berbagai sekolah di Jepara. Tercatat hampir 500 siswa di Jepara telah mengikuti kelas mengukir yang diadakan oleh Yayasan Pelestari Ukir Jepara ini.
Tampak pula anak-anak yang belajar ukir diampu dan dilatih oleh payuban pengukir perempuan RA Kartini yang mana adalah Relawan Pelestari ukir yang aktif di Galery Wood Carving Jepara.
Menurut Hadi, regenerasi pengukir di sekolah ukir dengan sorotan media nasional diharapkan mampu mengubah paradigma anak muda bahwa mengukir adalah profesi yang bernilai seni tinggi, bukan sekadar pekerjaan masa lalu dan kuno.
“Perhatian TV nasional terhadap sekolah ukir ini semakin memperkuat komitmen daerah dalam melestarikan dan merawat Seni Ukir Khas Jepara. Dibuktikan dengan hadirnya Bupati dan Wakil Bupati Jepara, Bapak Witiarso Utomo dan Bapak Ibnu Hajar dalam peresmian Galeri pada 2025 lalu,” pungkas Hadi disela menemani para Kru Trans 7.
Sementara menurut Adelia Intan, Reporter program Si Bolang dari Trans-7, ia menceritakan bahwa ini adalah Series Spesial Hari Kartini yang akan tayang 3 hari berturut-turut pada tanggal 20 hingga 22 April 2026.
“Jadi dalam series ini, Si Bolang mau mengenal Kartini lebih dalam,” ujarnya. Dimulai dari Semarang, mereka telah meliput sebuah acara liburan keluarga bahkan saat berangkat dari rumah.
Adel menambahkan bahwa episode yang akan tayang pada 20 April 2026 adalah tentang Kartini dan Jepara. “Rencananya setelah dari sekolah ukir, para kru akan meliput Museum R. A. Kartini dan Tradisi Gogo Lele di Kawak Jepara.”
Dilanjutkan pada tanggal 21 April yang akan menayangkan Karimun Jawa dan obyek wisatanya dan keesokannya pada 22 April akan tayang yang di Rembang, kota kelahiran R.A. Kartini.
Septiana W.












