blank
Siswa jjurusan Tata Busana SMKN 2 Jeparayang ikuti Gelar Karya Siswa bersama Kepala Cabang Dinas Wilayah III Jawa Tengah bersama kepala sekolah dan guru. Foto: Dok SMKN 2 Jepara

Oleh : Muhammad Fikri Haikal

Deretan busana berdiri rapi di dalam aula SMK Negeri 2 Jepara. Kain-kain yang semula hanya potongan bahan kini berubah menjadi bentuk yang utuh memiliki karakter, warna, dan cerita yang berbeda di setiap bagiannya.

Masih dalam rangkaian pameran yang digelar pada 31 Maret hingga 2 April 2026, karya dari jurusan tata busana menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian. Bukan sekadar karena tampilannya, tetapi karena keberanian ide yang dituangkan dalam setiap desain.

blank
Siswa Jurusan Tata Busana SMKN 2 Jepara tamloil anggun dan cantik dengan busana karyanya. Foto: Dok SMKN 2 Jepara

Di antara karya yang dipamerkan, satu kelas tampak kompak menggunakan kain Troso sebagai bahan utama. Kain khas Jepara itu diolah menjadi busana modern, tanpa kehilangan sentuhan lokal yang melekat di dalamnya. Namun di balik tampilan yang menarik, proses panjang menjadi bagian yang tak terpisahkan.

Firda Nur Hidayah, salah satu peserta, mengangkat tema indie rebellion dengan gaya tegas dan berani melalui dominasi warna hitam dan abu-abu serta motif bordir ranting pohon yang memperkuat karakter busana; menggunakan kain drill dan toyobo.  Karyanya dibuat melalui proses pembuatan pola, pemotongan, hingga penyusunan, dengan tantangan mulai terasa saat masuk pada tahap detail yang menuntut ketelitian tinggi.

blank
Peserta gelar karya siswa SMKN 2 Jepara tampil percaya diri dengan karyanya. Foto: Dok SMKN 2 Jepara

Firda mengaku, bagian paling sulit adalah memasang panel asimetris yang menyerupai rompi. Ketelitian menjadi kunci agar setiap bagian tetap presisi. Proses bordir yang memakan waktu hingga dua hari juga menuntut kesabaran lebih. Kesalahan pun kerap terjadi. “Kalau salah, harus diulang lagi,” ujarnya singkat.

Pengalaman serupa juga dirasakan peserta lain. Waktu pengerjaan yang bisa mencapai satu bulan membuat mereka harus menjaga konsistensi dari awal hingga akhir. Tidak hanya soal teknik, tetapi juga tentang bertahan dalam proses.

blank
Arrifa Ramadhani siswa jurusanTata Busana SMKN 2 Jepara. Foto: M. Fikri Haikal

Berbeda dengan nuansa tersebut, Arrifa Ramadhani menghadirkan pendekatan yang lebih lembut. Ia memilih laut sebagai sumber inspirasi dalam karyanya. Warna-warna laut dan mutiara mendominasi desain yang ia buat. Busana dengan kerah setali, rok duyung, dan tambahan kemben di bagian pinggang itu memadukan kain satin dengan tenun Troso khas Jepara, menciptakan kesan anggun namun tetap berakar pada budaya lokal.

blank
Firda Nur Hidayah, tampil bangga dengan karyanya. Foto: Haikal

Meski terlihat halus, prosesnya tetap penuh tantangan. Arrifa mengaku kesulitan saat menyatukan bagian kerah dengan badan busana. Setiap detail harus disusun dengan rapi agar tidak merusak keseluruhan tampilan. Ketelitian menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Dalam karyanya, ia menyisipkan makna tentang ketulusan bahwa keindahan lahir dari proses yang dijalani dengan kesabaran.

blank
Tampil anggun dengan karya ciptaanya . Foto: Dok SMKN 2 Jepara

Tak hanya dipamerkan, karya-karya tersebut juga sempat ditampilkan dalam fashion show sebagai bagian dari rangkaian acara. Firda dan Arrifa ikut ambil bagian, memperlihatkan bagaimana busana yang mereka buat dikenakan langsung di atas panggung. Di sanalah karya menemukan bentuknya yang berbeda bukan hanya dilihat, tetapi juga ditampilkan.

Dari keseluruhan karya yang dipamerkan, tampak bahwa busana bukan sekadar pakaian, melainkan ruang bagi para siswa untuk menuangkan ide, keberanian, sekaligus jati diri mereka. Di antara jahitan dan lipatan kain itu tersimpan proses panjang tentang belajar, mencoba, hingga menghadapi kesalahan yang tak selalu mudah dilalui. Dari sanalah karya-karya itu lahir, membawa cerita tentang usaha serta ketekunan. Pada akhirnya, pelan namun pasti, harapan itu tumbuh di tangan-tangan muda yang sedang merangkai masa depan mereka.

Penulis adalah Mahasiswa Jurusan KPI yang Sedang Mengikuti Program Magang di Suarabaru.id