blank
Penjual bunga tabur di Jalan Sudirman Ambarawa. Harga bunga tabur di Ambarawa pada H-2 Lebaran ini juga meroket tinggi. Foto: R. Widiyartono

Jalan Sudirman memang macet dari Balai Diklat KKB di daerah Kupang sampai pertigaan jalan keluar dari Bandungan kea rah Yogya. Sedangkan seterusnya padat merayap.

Seorang pengendara sepeda motor yang mengaku dari Magelang hendak pulang ke Semarang, menyempatkan untuk membeli bunga buat nyekar di makam keluarganya di Semarang.

Dia bertanya berapa harga bunga di keranjang ukuran kecil, yang tampaknya penuh. “Tiga puluh ribu, Mas,” ujar penjual.

Dia pun mengamati, ternyata bunganya tidak penuh sekeranjang kecil itu. Kalau dihitung, jumlah sekitar enam sampai tujuh kuntum mawar. “Keranjangnya tampak penuh, karena di bawah diganjal daun pisang dan rajangan pandan,” ujar lelaki yang akan ziarah ke makam keluarga di TPU Salaman Mloyo, Semarang Barat.

Kemudian bunga di keranjang berukuran besar besar ditawarkan Rp 70 ribu. Kalau hari biasa yang harganya sekarang Rp 70 ribu, paling sekitar Rp 30 ribuan. “Itu pun bunganya sekeranjang penuh. Lha ini separuh saja tidak ada, karena di bawahnya juga diganjal daun pisang,” ujar lelaki itu.

Dikatakan, sambil pulang mudik ke Semarang beli kembang dulu di Ambarawa, karena biasanya harganya lebih murah dibanding Semarang. Dia mencoba menawar, tetapi pedagang tetap tidak mau menurunkan harga.

blank
Macet di Jalan Sudirman menjelang Pasar Projo sampai pertigaan jalan dari arah Bandungan, Ambarawa H-2 Lebaran. Foto: R. Widiyartono

“Harga memang tinggi Mas, kalau mau harga segitu nanti saya tambah pandannya,” ujar penjual.

Calon pembeli itu pun akhirnya tunduk mengalah, dan tetapi membeli dua keranjang kembang yang setelah ditumpahkan di tas kresek ternyata isinya tidak banyak. “Ya, begini ini kalau pas menjelang dan saat Lebaran. Setidaknya harga di sini lebih murah dibandingkan di Kalisari atau Randusari Semarang,” ujar dia.

R. Widiyartono