WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Puncak kedatangan arus mudik Lebaran Idul Fitri 1447 H (2026 M), diprediksi akan terjadi pada Hari Selasa dan Rabu Tanggal 17 dan 18 Maret 2026 mendatang. Hari H Lebaran Idul Fitri 1447, diperkirakan akan terjadi Jumat (20/3/26) dan Sabtu (21/3/26).
Kepala Terminal Induk Tipe A Giri Adipura Kabupaten Wonogiri, Agus Hasto Purwanto, menyatakan, siap memberikan pelayanan kedatangan arus mudik Lebaran. Baik yang menggunakan moda angkutan darat jenis bus pelayanan reguler, maupun pengangkutan memakai jasa bus gratis.
”Untuk sementara yang terkonfirmasi mudik gratis ada sebanyak 71 bus, dan sebanyak 5 truk pengangkut sepeda motor,” jelas Agus Hasto Purwanto. Perinciannya, sebanyak 55 bus dan 3 truk yang disediakan oleh Pemda DKI Jakarta, kemudian sebanyak 16 bus dengan 2 truk yang disediakan oleh Kemenhub RI.
Prediksi kenaikan arus mudik masih belum dapat disampaikan. Karena berdasarkan pengalaman Lebaran Tahun lalu, arus mudik yang menggunakan angkutan penumpang jenis bus, justru mengalami penurunan sekitar 3 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. ”Kami belum bisa mengira-ira, karena tahun kemarin terjadi penurunan tiga persen,” jelas Agus Hasto Purwanto.
Berdasarkan pengalaman Lebaran tahun lalu, banyak pemudik yang datang menggunakan kendaraan pribadi. Sebagian lainnya, memakai mobil carteran dan mobil travel. Bisa jadi, ini yang menyebabkan penurunan secara signifikan pada jumlah arus mudik pemakai jasa angkutan bus.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Wonogiri, Waluyo, menyatakan, terkait dengan angkutan mudik gratis, Pemkab Wonogiri kali ini hanya menyediakan sebanyak 1 bus. Minimnya bus gratis bagi pemudik yang disediakan Pemkab Wonogiri ini, karena keterbatasan anggaran.
Kaum Boro
Pemudik yang pulang kampung ke Wonogiri, didominasi oleh kaum boro (perantau) yang bekerja jadi buruh pabrik dan berusaha di sektor informal serta berdagang. Mereka dari berbagai kota besar. Seperti dari wilayah Jabodetabek atau Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Jumlah kaum boro diperkirakan sekitar 20 persen dari jumlah penduduk Kabupaten Wonogiri, atau sebanyaksekitar 200 ribu orang.
Berdasarkan proyeksi Kementerian Perhubungan RI, sebanyak 17,7 juta orang diperkirakan akan masuk ke Jawa Tengah selama periode Lebaran 2026. Secara nasional, provinsi ini, juga menjadi tujuan favorit dengan estimasi pergerakan mencapai 38,71 juta orang.
Menyikapi hal tersebut, Polda Jateng menggelar pelayanan Valet Ride. Yakni program inovatif untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pemudik sepeda motor. Layanan ini, memungkinkan pemudik menitipkan sepeda motornya di titik tertentu untuk diangkut truk towing ke tujuan. Sementara pemudik naik moda transportasi angkutan bus.
Program Valet Ride Polda Jateng dilaksanakan Tanggal 13 sampai 19 Maret 2026. Kuotanya untuk 2.100 orang pemudik dan 1.078 sepeda motor. Lokasi pelayanan dari Nasmoco Brebes Jalan Raya Klampok, Kecamatan Wanasari Nomor: 171 Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Agenda pemberangkatannya sehari 3 kali, yakni Pukul 10.00, Pukul 13.00 dan Pukul 16.00. Masing-masing 3 sampai 4 bus untuk pengangkutan orang, dengan kapasitas masing-masing bus sebanyak 30 orang. Untuk pengangkutan sepeda motor disediakan 2 sampai 3 truk towing. Masing-masing truk, mengangkut sebanyak 22 sepeda motor. Satu hari disediakan sebanyak 7 truk, dengan kapasitas total sebanyak 154 sepeda motor.
Sementara itu, data yang dirilis Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah-DI Yogyakarta (BBPJN Jateng-DIY), menyebutkan, sedikitnya 46 titik rawan macet dan 23 titik rawan bencana alam terkait dengan kondisi cuaca ekstrem di musim penghujan sekarang ini.(Bambang Pur)













