blank
Musrenbang RKPD Kabupaten Blora Tahun 2027, Kamis 12 Maret 2026. Foto: Kudnadi Saputro Blora

BLORA (SUARABARU.ID) — Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Blora Tahun 2027, di Kantor Bapperida Blora Jawa Tengah, Kamis 12 Maret 2026.

Musrenbang RKPD Kabupaten Blora Tahun 2027 tersebut, dibuka oleh Bupati Blora, dihadiri perwakilan kepala daerah dari wilayah sekitar. Diantaranya Kabupaten Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Rembang, Pati, dan Kabupaten Grobogan.

Hadir pula dalam Musrenbang, Forkopimda Blora, DPRD Kabupaten Blora, Kepala Bappeda Provinsi Jawa Tengah, Bapperida Kabupaten Blora, kepala perangkat daerah, camat, serta para pemangku kepentingan lainnya yang mengikuti secara luring maupun daring.

Sekretaris Bapperida Kabupaten Blora, Antonius Nugrahanto menyampaikan bahwa proses perencanaan pembangunan daerah tahun 2027 telah menghasilkan ribuan usulan prioritas dari berbagai forum perencanaan.

“Dari Musrenbang desa dan kelurahan tercatat sebanyak 3.892 usulan prioritas, sedangkan dari Musrenbang RKPD tingkat kecamatan dihimpun 144 usulan prioritas,” jelas Antonius Nugrahanto.

Sedangkan di Musrenbang Gen-Z, lanjut Antonius Nugrahanto, perempuan dan kelompok rentan menghasilkan 45 usulan prioritas, pra-Musrenbang tematik stunting sebanyak 98 usulan prioritas, serta pra-Musrenbang RKPD kabupaten sebanyak 48 usulan prioritas.

“Hingga 5 Maret kemarin di SIPD tercatat 3.961 usulan aspirasi masyarakat dari berbagai unsur masyarakat, lembaga serta desa dan kelurahan. Sementara dari DPRD Kabupaten Blora melalui pokir DPRD 2.218 usulan,” ungkap Sekretaris Bapperida Blora.

Saat membuka RKPD Kabupaten Blora Tahun 2027, Bupati Blora, Arief Rohman menyampaikan bahwa peningkatan produktivitas daerah serta pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi fokus pembangunan Kabupaten Blora pada tahun 2027.

“Peningkatan produktivitas daerah serta pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di tahun 2027 itu, karena Kabupaten Blora memiliki potensi besar pada sektor pertanian, peternakan, kehutanan serta UMKM, sekaligus peluang pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal,” ujar Bupati Blora.

Musrenbang RKPD Kabupaten Blora Tahun 2027 ini menjadi, lanjut Bupati Blora, forum strategis untuk menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan daerah agar program yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

“Penyusunan RKPD Kabupaten Blora Tahun 2027 telah melalui berbagai tahapan partisipatif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari masyarakat, dunia usaha, akademisi hingga komunitas,” jelas Bupati Blora.

Lebih lanjut, Bupati Blora juga menyampaikan sejumlah capaian visi misi selama satu tahun terakhir dibidang Infrastruktur melalui program Dalane Sansaya Alus.

“Alhamdulillah 2025 kemarin menganggarkan infrastruktur jalan dan jembatan hampir Rp 430 Milyar untuk rekonstruksi jalan sepanjang 121,14 Kilometer termasuk Inpres Jalan Daerah sepanjang 20,81 Kilometer,” kata Bupati Blora.

Bupati Blora juga menjelaskan kondisi jalan mantap di Kabupaten Blora saat ini mencapai 69,51 persen dan akan terus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang.

“Jadi masih kurang 30%, semoga nanti sisa 4 tahun kepemimpinan kami bersama Bu Wakil Bupati bisa menyelesaikan jalan yang belum mantap” harap Bupati Blora.

Selain itu, juga mendapat bantuan dari APBD provinsi dan APBN terkait program ketahanan pangan melalui pembangunan bendungan Cabean, embung, perbaikan saluran irigasi serta pengembangan jaringan air bersih yang telah menjangkau 247 rumah tangga.

Masih kata Bupati Blora, Pemerintah Kabupaten Blora juga melaksanakan program Omahe Pantes dengan penanganan 1.102 unit rumah tidak layak huni, serta pemasangan 658 unit penerangan jalan umum melalui program Dalane Dadi Padhang.

“Di sektor ekonomi, nilai investasi di Kabupaten Blora pada triwulan III tahun 2025 tercatat mencapai Rp1,729 triliun, sementara jumlah kunjungan wisatawan mencapai 1,16 juta orang,” ucap Bupati Blora.

Menurut Bupati Blora, berbagai program pembangunan tersebut turut mendorong penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Blora menjadi 10,58 persen, dengan 1.882 orang tercatat berhasil tergraduasi dari kemiskinan.

“Angka kemiskinan tahun 2024 di angka 11,42 persen turun jadi 10,58 persen di tahun 2025.” tandas Bupati Blora.

Kudnadi Saputro