NGAWI (SUARABARU.ID)— Wakil Bupati Blora menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Ngawi Tahun 2027, di pendopo Wedya Graha, Kabupaten Ngawi Jawa Timur, Selasa 10 Maret 2026.
Musrenbang RKPD Kabupaten Ngawi Tahun 2027 tersebut dibuka secara langsung oleh Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Ketua DPRD Kabupaten Ngawi, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Wabup Blora hadir didampingi Sekdin Bapperida Kabupaten Blora.
Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono menyampaikan ada beberapa Program Strategis Nasional yang dibahas dalam forum Musrenbang RKPD Kabupaten Ngawi 2027.
“Program Nasional yakni Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, ketahanan pangan dan pertanian, penanggulangan kemiskinan, serta peningkatan akses pendidikan,” ujar Bupati Ngawi.
Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini mengatakan bahwa program ketahanan pangan dan pertanian Kabupaten Ngawi sejalan dengan program pertanian kawasan hutan Blora, hal ini bisa memperkuat sinergi antardaerah, khususnya antara Kabupaten Blora dan Kabupaten Ngawi dalam pengembangan sektor pertanian di wilayah perbatasan.
“Wilayah perbatasan Blora–Ngawi memiliki potensi besar dalam pengembangan pertanian, terutama pada kawasan hutan yang selama ini dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan budi daya,” kata Wabup Blora.
Lebih lanjut, Wakil Bupati Blora menjelaskan bahwa pengelolaan kawasan pertanian di wilayah perbatasan tersebut perlu dilakukan secara sinergis antara pemerintah daerah, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan agar mampu meningkatkan produksi pangan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
“Sinergitas antara Kabupaten Blora dan Kabupaten Ngawi sangat penting, terutama dalam pengembangan pertanian di wilayah hutan perbatasan. Potensi yang ada harus kita kelola bersama untuk mendukung peningkatan produksi pangan,” jelas Wabup Blora.
Wabup Blora menyampaikan bahwa penguatan kerja sama antardaerah tersebut juga sejalan dengan program nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan ketahanan pangan nasional.
“Wilayah perbatasan Blora dan Ngawi memiliki potensi besar untuk pengembangan pertanian. Jika dikelola secara bersama dan didukung pemanfaatan air dari Bendungan Karangnongko, kawasan ini dapat menjadi salah satu penopang produksi pangan di daerah sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional,” tandas Wabup Blora.
Kudnadi Saputro













