JEPARA (SUARABARU.ID) – Upaya meningkatkan literasi media dan kemampuan menulis di kalangan generasi muda terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif. Salah satunya melalui pelatihan menulis berita yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Bangsri Rabu, (11/03/2026).
Pelatihan diikuti 27 siswa terpilih perwakilan kelas XII sebagai bagian dari penguatan keterampilan literasi dan pemahaman dasar jurnalistik. Kegiatan tersebut dilaksanakan di ruang laboraturium IPA SMA Negeri 1 Bangsri
Kepala SMAN 1 Bangsri, Soepartono, S.Pd., M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan harapan terhadap kegiatan tersebut. “Saya berharap pelatihan ini bisa menjadi awal yang baik bagi para siswa untuk mengenal dunia jurnalistik. Melalui kegiatan ini, siswa juga diharapkan mampu berpikir kritis dalam mengolah berbagai informasi menjadi lebih positif yang ada di sekitar mereka,” ungkapnya.
Sementara Khoirul Muslimin, S.Sos.I., M.I.Kom. selaku Wakil Dekan Fakultas Komunikasi dan Desain Unisnu Jepara, yang hadir sebagai pemateri memberikan pemaparan mengenai teknik dasar jurnalistik. Ia menjelaskan berbagai tahapan dalam proses penulisan berita, mulai dari mencari informasi, melakukan wawancara, hingga menyusun berita yang faktual, sistematis, dan mudah dipahami.

Khoirul Muslimin juga mengajak peserta untuk lebih mengenal unsur dasar penulisan berita yaitu 5W+1H serta sistematika penulisan berita, diantaranya headline, dateline, lead, body, dan leg yang menjadi pedoman utama dalam menyusun sebuah berita.
Dalam penyampaiannya ia menjelaskan bagian headline berfungsi untuk mencerminkan inti peristiwa yang dibuat singkat, padat, dan menarik agar pembaca tertarik membaca isi berita. Kemudian dateline merupakan keterangan tempat dan waktu terjadinya peristiwa atau penulisan berita.
Sementara itu, bagian lead berisi informasi paling penting dari suatu peristiwa yang berfungsi untuk menjawab unsur what, who, when, dan where. Adapun bagian body ditujukan guna menjawab unsur why dan how melalui pengembangan fakta, penjelasan lanjutan, serta penyajian kutipan narasumber.
Ia menjelaskan bahwa bagian body harus memuat kalimat langsung maupun tidak langsung yang digunakan untuk memperkuat otentisitas berita.“Dalam menulis berita pada bagian body, gunakan kombinasi kalimat langsung dan tidak langsung agar informasi lebih kaya dan tetap jelas,” ucap Khoirul muslimin saat menyampaikan materi Jurnalistik dihadapan pada siswa.
Khoirul Muslimin juga menuturkan bahwa leg atau kaki berita adalah bagian penutup berita yang berisi informasi tambahan, latar belakang peristiwa, atau penegasan kembali isi berita.
Kegiatan pelatihan berlangsung secara interaktif, Para siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung proses penulisan berita berdasarkan peristiwa yang mereka amati.
Melalui kegiatan ini, Khoirul Muslimin juga mengajak para siswa untuk mulai membiasakan diri menulis sejak dini. Menurutnya, menulis merupakan salah satu cara untuk melatih kepekaan terhadap berbagai peristiwa yang terjadi di sekitar.
Selain itu, pelatihan ini juga menjadi langkah untuk menumbuhkan kesadaran literasi media generasi muda yang tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga dapat berperan sebagai penyampai informasi yang akurat dan bertanggung jawab bagi masyarakat luas.
Faishal siswa kelas XII SMA N 1 Bangsri yang menjadi salah satu peserta pelatihan mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat sekaligus menyenangkan untuk diikuti. Ia merasa memperoleh pengalaman baru dalam memahami teknik dasar penulisan berita serta cara menyampaikan informasi secara runtut dan menarik.
“Saya sangat tertarik mengikuti pelatihan ini karena dapat menambah wawasan dalam menulis maupun belajar dalam mengolah informasi yang terjadi di sekitar. Saya harap kegiatan ini bisa menjadi program rutin yang diadakan di sekolah supaya tidak banyak generasi muda yang mudah tergiring oleh banyaknya informasi hoaks yang beredar saat ini,” pungkasnya.
Hadepe – Diyan Ni’matus Sa’adah













