SEMARANG (SUARABARU.ID)– Sekretaris Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang, KH Muhyiddin MAg mengatakan, pihaknya bersama Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah (Risma JT), kembali menggelar kegiatan Pesantren Ramadan 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Bawah Perpustakaan MAJT itu, diikuti sekitar 60 peserta yang mayoritas merupakan siswa Sekolah Dasar (SD), dari berbagai wilayah di Kota Semarang dan sekitarnya.
Pesantren Ramadan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu (7-8/3/2026) ini, menjadi salah satu program pembinaan keagamaan bagi anak-anak, selama bulan suci Ramadan.
BACA JUGA: 40 Santri Khatamkan Alquran 30 Juz di Masjid Agung Jawa Tengah
Selain memberikan pemahaman dasar tentang ajaran Islam, kegiatan ini juga dirancang untuk menumbuhkan karakter, kemandirian, serta semangat kebersamaan di kalangan peserta.
Muhyiddin berharap, Pesantren Ramadan dapat terus dilaksanakan setiap tahun, dengan skala yang semakin besar. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran agama bagi anak-anak, tetapi juga memberikan pengalaman berharga yang akan dikenang hingga dewasa.
”Selain mendidik anak-anak usia sekolah dasar, kegiatan ini juga menjadi momen berharga yang dapat menjadi kenangan mereka. Bagi sebagian anak, ini juga bisa menjadi pengalaman awal merasakan suasana seperti di pesantren,” ujarnya.
BACA JUGA: Kelompok Pengajian Ibu-ibu MAJT Salurkan Ribuan Sembako untuk Kaum Dhuafa
Sementara itu, Ketua Umum Risma JT, Heri Susanto menyampaikan, Pesantren Ramadan tahun ini mengusung tema ‘Gemilang Ramadan 2026’. Adapun tujuannya, memberikan wadah bagi anak-anak untuk mempelajari pendidikan agama Islam secara menyenangkan dan interaktif.
Materi yang diberikan kepada peserta meliputi, pelajaran tauhid, akidah akhlak, sejarah Islam, serta penguatan nilai-nilai nasionalisme. ”Kami ingin mengenalkan pendidikan agama sekaligus nilai-nilai nasionalisme kepada anak-anak sejak dini, khususnya di tingkat sekolah dasar,” kata Heri.
Untuk mendukung proses pembelajaran, panitia juga menyiapkan berbagai media edukasi, seperti modul, buku panduan, video pembelajaran, serta presentasi visual menggunakan Power Point, agar materi lebih mudah dipahami peserta.
BACA JUGA: Hoaks Serang Gubernur Ahmad Luthfi, Mafindo: Jangan Mudah Termakan Fitnah
Diungkapkan dia, jumlah peserta tahun ini dibatasi sekitar 60 orang, agar kegiatan dapat berjalan lebih efektif. ”Peserta berasal dari berbagai wilayah, terutama Kota Semarang dan sekitarnya. Ke depan, kami berharap kegiatan ini bisa terus diselenggarakan dan ditingkatkan,” ujarnya.
Risma JT juga berencana mengembangkan kegiatan ini pada tahun mendatang, baik dari segi durasi maupun jumlah peserta. Jika tahun ini berlangsung selama dua hari satu malam, ke depan durasinya diharapkan bisa diperpanjang.
”Kami juga berencana menambah kapasitas peserta, agar lebih banyak anak-anak yang bisa mengikuti kegiatan Pesantren Ramadan ini,” tandasnya.
Riyan













