blank
Peringatan Nuzulul Quran Bulan Ramadhan 1447 H (2026 M), digelar di Balai Desa Ketos, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri. Menampilkan Ustadz Kiai Mohammad Wiyanto dari Kabupaten Sragen.(Dok.Humas Polres Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Al Quran, hendaknya menjadi pedoman hidup sehari-hari bagi umat Islam. Kitab suci yang diturunkan kepada Rasulullah Nabi Muhammad SAW ini, juga menjadi pembeda antara yang benar dan salah.

Demikian disampaikan Ustadz Kiai Mohhammad Wiyanto, saat menyampaikan tausiyah dalam peringatan Nuzulul Qur’an. Acara ini digelar Sabtu malam (7/3/26) di Balai Desa Ketos, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri. Ustadz dari Kabupaten Sragen ini, menyebutkan, Nuzulul Quran sebagai momentum turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril pada malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan.

Pengajian umum memperingati Nuzulul Quran ini, dimulai Pukul 20.30 setelah usai Sholat Tarawih dan berlangsung sampai dengan Pukul 23.15. Tampil sebagai penanggung jawab kegiatan, Suprapto. Acara ini dihadiri sekitar 300 jemaah. Hadir dalam kegiatan tersebut, jajaran Forkopimcam Paranggupito, para tokoh agama, serta masyarakat.

Dari unsur Forkopimcam hadir perwakilan Polsek Paranggupito Aiptu Toni Anang S, perwakilan Koramil-25 Paranggupito Serda Setyo, serta Sekretaris Camat Paranggupito Joko Tri Hastono.

Momentum

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Kiai Mohammad Wiyanto, menyampaikan makna Nuzulul Qur’an, sebagai momentum turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Yang itu, berlangsung pada malam Lailatul Qadar di Bulan Ramadhan.

Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasi Humas AKP Anom Prabowo mengatakan, kehadiran anggota kepolisian dalam kegiatan tersebut, merupakan bagian dari tugas Polri dalam memberikan pelayanan serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, menyatakan, pengamanan kegiatan dilakukan oleh Polsek Paranggupito. Disebutkan, Polri melalui jajaran Polsek Paranggupito, hadir untuk memastikan kegiatan keagamaan tersebut, berjalan aman, tertib dan lancar. Kehadiran personel Polsek Paranggupito juga sebagai bentuk kedekatan Polri dengan masyarakat.

Ditambahkan, kegiatan keagamaan seperti pengajian, menjadi sarana memperkuat nilai-nilai moral dan kebersamaan di tengah masyarakat. Polri mendorong terciptanya situasi Kamtibmas yang kondusif, melalui sinergi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur Forkopimcam.

Pengamanan dan pengawasan kegiatan dilakukan oleh jajaran Polsek Paranggupito, dengan pengendali lapangan Kapolsek Paranggupito AKP Sutrisyanto. Kegiatan pengajian berlangsung aman, tertib dan lancar hingga selesai.(Bambang Pur)