blank
Temuan buah busuk dalam menu MBG di Undaan Kudus. Foto: tangkapan layar.

KUDUS (SUARABARU.ID) – Temuan buah busuk dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kabupaten Kudus. Kali ini, sebuah video yang memperlihatkan buah pir busuk dan berulat beredar luas di media sosial dan memicu reaksi dari siswa, Sabtu (7/3/2026).

Dalam video tersebut terlihat sebuah buah pir yang bagian tengahnya sudah membusuk. Bahkan tampak ulat di dalam buah tersebut. Rekaman itu juga diiringi suara siswa yang merasa jijik saat melihat kondisi buah yang seharusnya menjadi bagian dari menu makanan yang mereka terima.

Video tersebut tidak memperlihatkan secara jelas sekolah penerima menu MBG. Namun informasi yang beredar menyebutkan buah tersebut berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus.

Saat dikonfirmasi, Kepala SPPG Undaan Lor, Andi Setyo Budi, tidak membantah bahwa buah busuk tersebut berasal dari dapur yang ia kelola. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada pihak yang menerima menu MBG tersebut.

“Mohon maaf terkait dengan penemuan buah yang busuk tersebut. Saya atas nama pribadi dan SPPG menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” ujarnya.

Andi menjelaskan, sebelum menu didistribusikan, pihaknya sebenarnya sudah melakukan proses penyortiran terhadap bahan makanan, termasuk menu kering seperti buah.

Ia menyebut proses pengecekan dilakukan oleh staf dan relawan sebelum makanan diterima untuk dibagikan kepada penerima manfaat pada hari tersebut.

“Waktu itu saya, teman-teman staf dan relawan sudah menyortir dengan betul menu kering sebelum diterima ke penerima manfaat pada hari itu,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya mengakui masih ada kekurangan dalam proses pengawasan. Ia memastikan kejadian tersebut akan menjadi bahan evaluasi agar tidak kembali terulang.

“Dalam hal ini saya akan melakukan evaluasi kembali dalam pengontrolan yang lebih maksimal dan pengawasan yang lebih intens ke depannya,” tambahnya.

Ali Bustomi