blank
Dalam upaya mempercepat penanganan bencana longsor di ruas JLK, Dinas PUPR Wonogiri mengerahkan dua unit alat berat dan sejumlah dump truck, untuk menyingkirkan material longsoran yang menimbuni badan jalan.(Dok.BPBD Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Material longsoran sudah dapat disingkirkan. Ruas Jalan Lingkar Kota (JLK) Wonogiri, mulai semalam sudah dapat dilewati kendaraan. Baik Kendaraan roda dua maupun roda empat.

Warga Desa Pare, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Sabtu (7/3/26), menyatakan, ruas JLK sudah bisa dilewati. Baik oleh sepeda motor maupun mobil dan truk,

Meski demikian, arus lalu lintas yang melintas, diserukan untuk waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana longsor susulan. Utamanya pada saat turun hujan lebat yang berkepanjangan. Sebab tebing hutan di sekitar titik longsor, kondisinya dilaporkan menjadi labil dan rawan melorot.

Sebagaimana pernah diberitakan, tebing hutan di area Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Cubluk, Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonogiri, mengalami longsor. Lokasi longsor berada di sisi barat laut Mapolres Wonogiri. Material longsorannya menimbuni badan JLK. Yakni berupa pohon tegakan tanaman hutan yang tumbang melintang jalan, 4 batu besar masing-masing memiliki volume 9 dan 4 Meter Kubik, serta tanah lereng tebing.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri Fuad Wahyu Pratama, menyatakan, bencana longsor yang memutuskan hubungan darat di ruas JLK tersebut terjadi Kamis malam (5/3/26). Sejak itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Wonogiri, menutup ruas JLK dari arus lalu lintas.

Percepatan

Kepala Dishub Wonogiri, Waluyo, menyatakan, kendaraan dari arah selatan dialihkan masuk ke Kota Wonogiri sejak dari depan Mapolres. Kemudian arus lalu lintas dari arah utara, sejak dari Krisak, Selogiri, diarahkan menempuh perjalanan lurus melewati Bangjo (traffic light) Klampisan.

Sejak Kamis malam (5/3/26), dilakukan percepatan penanganan di lokasi longsoran. Aparat BPBD Kabupaten Wonogiri bersama Polri, TNI, relawan siaga bencana dan masyarakat, melakukan tindakan darurat. Pohon tegakan hutan jenis Sonokeling, langsung dipotong memakai chainsaw untuk disingkirkan.

Bersamaan itu, dilakukan koordinasi dengan Dinas PUPR Kabupaten Wonogiri, untuk penanganan 4 batu besar dan menyingkirkan material tanah longsoran yang menimbuni badan jalan. ”Malam itu juga langsung ditangani,” tegas Kepala Dinas PUPR Kabupaten Wonogiri Prihadi Aryanto.

Dua alat berat dari Dinas PUPR Kabupaten Wonogiri, dikirim ke lokasi untuk melakukan percepatan penanganan. Empat batu besar dipecah-pecah, untuk kemudian bersama material tanah longsoran disingkirkan dengan cara diangkut memakai dump truck. Teknisi dari PLN, juga telah menyambungkan kawat jaringan yang terputus di 3 phase.(Bambang Pur)