blank
, PT Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di wilayah Muria Raya, Jawa Tengah, dan DIY dalam kondisi aman. foto: dok

KUDUS (SUARABARU.ID) – Menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, PT Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di wilayah Muria Raya, Jawa Tengah, dan DIY dalam kondisi aman. Antisipasi lonjakan konsumsi telah disiapkan sejak dini, termasuk penguatan stok dan layanan tambahan di jalur mudik.

Area Manager Communication, Relation, dan TSR Jateng-DIY, Taufik Kurniawan, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyusun sejumlah langkah strategis untuk menjaga kelancaran distribusi energi selama Ramadan hingga arus mudik dan balik Lebaran.

Konsumsi Gasoline Naik, Gasoil Turun

Berdasarkan proyeksi internal, konsumsi BBM jenis gasoline diperkirakan melonjak hingga 18 persen. Dari rata-rata normal 1.798 kiloliter per hari, kebutuhan diprediksi meningkat menjadi sekitar 2.127 kiloliter per hari.

Sebaliknya, konsumsi gasoil diproyeksikan turun sekitar 6 persen, dari 1.280 kiloliter menjadi 1.178 kiloliter per hari. Penurunan ini sejalan dengan pembatasan operasional kendaraan berat non-logistik selama periode angkutan Lebaran.

Untuk LPG, permintaan di kawasan Muria Raya diperkirakan naik rata-rata 10 persen dibandingkan konsumsi harian normal. Kondisi tersebut direspons dengan penambahan stok di seluruh rantai distribusi.

Penebalan Stok Hingga 20 Persen

Sebagai langkah pengamanan suplai, Pertamina menambah stok BBM dan LPG sebesar 15–20 persen di sejumlah titik utama, antara lain di Terminal BBM Pengapon dan Boyolali, serta beberapa terminal LPG seperti Supply Point Terminal Opsico, Terminal Temporary Hema Rembang, dan Terminal Temporary Pelindo.

Kenaikan kebutuhan LPG diperkirakan terjadi di sejumlah kabupaten di Muria Raya, di antaranya untuk Kabupaten Blora: dari 79 menjadi 87 metrik ton per hari, Grobogan dari 120 menjadi 132 metrik ton per hari, Jepara dari 118 menjadi 130 metrik ton per hari, dan Kudus dari 103 menjadi 114 metrik ton per hari.

Sementara untuk Pati dari 132 menjadi 145 metrik ton per hari dan Rembang dari 64 menjadi 70 metrik ton per hari

Siapkan Motoris PDS dan SPBU 24 Jam

Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di jalur mudik non-tol, Pertamina menyiapkan 94 unit motoris Pertamina Delivery Service (PDS) 135 yang siap melayani kebutuhan BBM masyarakat saat terjadi kemacetan.

Sebanyak 40 SPBU di jalur non-tol juga disiagakan beroperasi 24 jam penuh. Selain itu, tiga unit mobile storage atau SPBU kantong disiapkan guna mempercepat suplai dan memangkas waktu tempuh distribusi, terutama jika terjadi hambatan seperti kemacetan panjang atau bencana alam.

Di sektor LPG, sekitar 100 agen siaga dan 500 pangkalan siaga tetap beroperasi selama H-15 hingga H+15 Lebaran, termasuk pada hari libur nasional. Di wilayah Muria Raya, agen LPG siaga tersebar di Blora (12 agen), Grobogan (26 agen), Jepara (25 agen), Kudus (22 agen), Pati (26 agen), dan Rembang (14 agen).

Karimunjawa Jadi Perhatian Khusus

Distribusi energi ke wilayah kepulauan seperti Karimunjawa juga menjadi fokus pengamanan. Kebutuhan BBM di kawasan tersebut sekitar 10 kiloliter per hari, dengan pengiriman 100 kiloliter setiap tujuh hari untuk menjaga buffer stock sebesar 30 persen.

Jika cuaca buruk melanda Laut Jawa, pengiriman alternatif akan dilakukan melalui kapal ASDP dari Semarang maupun dukungan kapal TNI AL berdasarkan nota kesepahaman dengan Danlanal Semarang.

Untuk LPG, distribusi normal ke Karimunjawa mencapai 2.000 tabung per minggu. Pada pekan pertama Maret 2026, jumlah tersebut telah ditambah 5 persen guna mengantisipasi peningkatan kebutuhan selama Ramadan.

SPBU Jadi Titik Singgah Pemudik

Tak hanya menjamin pasokan energi, Pertamina juga mengoptimalkan fasilitas SPBU sebagai lokasi istirahat pemudik. SPBU siaga 24 jam dilengkapi musala, toilet bersih, dan area rehat tanpa biaya tambahan.

Masyarakat diimbau memastikan regulator LPG dilepas sebelum bepergian demi keamanan. Pemudik juga disarankan mengisi BBM dalam kondisi tangki penuh sebelum perjalanan untuk mengurangi antrean di jalur mudik. Pertamina turut mendorong transaksi non-tunai melalui QRIS, kartu debit, maupun e-wallet yang terintegrasi dengan aplikasi MyPertamina agar proses pembayaran lebih cepat dan praktis.

Ali Bustomi