blank
Personel TRC bersama aparat BPBD, TNI-Polri dan perangkat desa serta masyarakat, melakukan tindakan daruat untuk mempercepat pulihnya akses hubungan darat Wonogiri-Solo.(Dok.BPBD Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Hujan lebat disertai angin kencang, memunculkan bencana di 8 wilayah kecamatan di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Menyebabkan pohon bertumbangan, tiang listrik roboh dan merusak rumah warga. Juga menyebabkan akses jalan Wonogiri-Solo macet, karena pohon tumbang melintang jalan di Kilometer (KM)-5.

Bencana puting beliung yang disebabkan oleh cuaca ekstrem tersebut, terjadi Rabu sore (4/3/26). Lokasinya tersebar di 8 kecamatan, yakni Kecamatan Selogiri, Jatipurno, Ngadirojo, Girimarto, Puhpelem, Bulukerto, Slogohimo dan Kecamatan Wonogiri Kota.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, menyebutkan tidak ada korban jiwa. ”Tindakan percepatan penanganan darurat, telah berhasil memulihkan akses hubungan darat Wonogiri-Solo dari kemacetan,” jelas Fuad.

Untuk antisipasinya, diturunkan para relawan dari Tim Reaksi Cepat (TRC) siaga bencana aparat dari BPBD bersama TNI-Polri. Mereka melakukan gerak cepat memotongi pohon yang roboh melintang jalan untuk disingkirkan ke tepi, agar kemacetan segera dapat dipulihkan.

Kamis pagi ini (5/3/26), dilakukan tindak lanjutan penanganan di lokasi bencana. Utamanya untuk penanganan darurat pada kerusakan rumah warga dan kantor kelurahan, serta penanganan tiang listrik yang roboh.

Mengungsi

Dampak dari bencana tersebut, setidak-tidaknya ada 7 orang yang mengungsi, karena rumah huniannya rusak. Kerusakannya, karena terdampak pohon yang tumbang menimpa rumah, dan genting-genting serta atap seng rusak diterjang pusaran puting beliung.

Data kerusakan di Kecamatan Bulukerto, merusak rumah Ny Tukiyem karena tertimpa pohon roboh. Sebanyak 5 orang penghuninya mengungsi ke rumah tetangga. Di Dusun Duwet, Desa Domas, pohon tumbang menimpa rumah Ny Marimin, dan menyebabkan 2 orang penghuninya mengungsi.

Di Kecamatan Jatipurno, merusak sekitar 50 rumah dan 5 rumah dinataranya rusak parah. Kerusakan didominasi pada bagian atap, karena diterjang angin pusar. Juga menyebabkan teras rumah roboh, satu rumah tertimpa pohon, dan sebuah tiang listrik ambruk patah serta merusak Kantor Kelurahan.

Selanjutnya di Kecamatan Selogiri, jalur utama Wonogiri-Solo macet karena terhalang pohon tumbang melintang jalan. Pohon tumbang juga terjadi di Desa Jaten, tepatnya di Dusun Mantenan dan Gempeng.

Di Kecamatan Ngadirojo, melanda wilayah Lingkungan Watuagung, Kelurahan Kasihan. Merusak rumah dapur milik Sutrisno, rumah milik Ny Tumiyem dan Mariyo. Di Kecamatan Girimarto, melanda Dusun Tampakan, Desa Sanan, merusak rumah Sarno karena tertimpa pohon kelapa yang tumbang. Di Kecamatan Puhpelem, melanda Dusun Jrakah, Desa Golo, merusak atap rumah warga. Di Kecamatan Wonogiri Kota, menyebabkan pohon di samping Kantor Inspektorat tumbang.(Bambang Pur)