SEMARANG (SUARABARU.ID)– Wakil Wali Kota Semarang, Dr Ir Iswar Aminuddin MT mengatakan, Pemkot telah menyiapkan strategi pengembangan ekonomi syariah, yang berorientasi pada prinsip keadilan dan kemaslahatan masyarakat.
”Salah satu wujud keadilan dalam ekonomi syariah tercermin pada sistim distribusi yang sehat dan transparan. Distribusi dari hulu ke hilir jangan sampai terganggu, apalagi karena aktivitas ekonomi yang tidak sesuai dengan prinsip syariah,” kata Iswar dalam dialog Kupasan Ramadan Penuh Makna (Kurma), di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Semarang, Rabu (4/3/2026).
Dia lalu mencontohkan hasil Inspeksi Mendadak (sidak) Pemkot Semarang, yang menemukan sejumlah harga bahan pangan di pasar tradisional, lebih tinggi dibandingkan supermarket.
Menurutnya, kondisi itu dipengaruhi panjangnya rantai distribusi di pasar tradisional, sementara supermarket memiliki jalur distribusi yang lebih singkat dan terintegrasi.
”Dari petani langsung ke distributor, lalu disalurkan ke cabang-cabang yang ada,” jelas Iswar, pada acara yang juga dihadiri jajaran pengurus MAJT, seperti Prof Ahmad Izzuddin MAg, Dr KH Muhyiddin MAg, Drs Istajib AS, dan Ir H Suparno, serta peserta Rohis dari berbagai daerah di Indonesia.
Selain harga, pihaknya juga menyoroti aspek mutu barang yang relatif lebih terjaga di supermarket. Meski demikian, Pemkot berkomitmen memperkuat daya saing pasar tradisional, melalui pengendalian harga dan stabilisasi pasokan.
BACA JUGA: BNN: 195.081 Orang di Jawa Tengah Terpapar Narkoba, Butuh Layanan Rehabilitasi
Salah satu langkah konkret yang dilakukan, memperluas program bazaar pasar murah. Jika sebelumnya digelar di tingkat kecamatan, kini kegiatan itu dilaksanakan di seluruh kelurahan secara rutin, guna membantu pengendalian harga bahan pokok.
Selama Ramadan, Pemkot juga memastikan ketahanan pangan tetap terjaga, mulai dari ketersediaan stok, pengendalian inflasi, hingga stabilitas harga. Meski terjadi kenaikan inflasi sebesar empat persen secara year on year, namun angka itu masih berada di bawah rata-rata inflasi Provinsi Jawa Tengah.
”Alhamdulillah, jika dirata-rata dengan kabupaten/kota lain di Jateng, inflasi di Kota Semarang masih di bawah rata-rata provinsi,” ungkapnya.
BACA JUGA: Sumanto Dorong Jateng jadi Penghasil Pangan Terbaik
Iswar juga menegaskan, seluruh program yang dijalankannya, bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, setiap kebijakan dan aktivitas ekonomi harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat.
Diakuinya, masih terdapat hambatan dalam distribusi bahan pangan di lapangan. Untuk itu, Pemkot bersama para pemangku kepentingan lainnya, terus melakukan pengawasan dan evaluasi guna memastikan distribusi berjalan lancar dan sesuai aturan.
Riyan













