blank
BNNP Jateng dan Undip tandatangani MoU P4GN, perkuat kolaborasi kampus Bersinar. Foto: Dok/BNNP

Ia menyoroti karakter mahasiswa saat ini yang cenderung FOMO dan memiliki rasa ingin tahu tinggi, sehingga rentan terhadap pengaruh lingkungan, terutama dengan banyaknya hunian kos di sekitar kampus.

“Pergaulan yang tidak terkontrol bisa menjadi pintu masuk yang membahayakan. Karena itu, Undip bersikap tegas melalui penyusunan tata tertib dan peraturan kampus yang lebih kuat, serta koordinasi lintas pemangku kepentingan,” ujarnya.

Suharnomo menambahkan, reputasi Semarang sebagai kota pendidikan yang nyaman harus dijaga bersama. “Orang tua menyekolahkan anaknya di Semarang karena yakin ini kota yang aman dan kondusif untuk belajar. Jangan sampai reputasi itu tercoreng akibat maraknya kasus narkoba. Dengan 65 ribu mahasiswa, sinergi dan kolaborasi seperti ini menjadi keharusan agar kampus benar-benar bersinar,” katanya.

Sebagai langkah konkret, Undip juga akan mengedepankan pencegahan sejak dini di kampus. Mulai dari tes urin hingga penguatan berbagai program kegiatan positif agar mahasiswa fokus pada akademik dan prestasi. Risiko-risiko yang mengganggu itu harus dieliminasi oleh sistem kampus.

“Kami berharap BNNP Jawa Tengah dapat terus hadir sebagai mitra strategis sebagai early warning system. Terima kasih dan apresiasi kepada BNNP Jawa Tengah. Detail kegiatan akan terus kami komunikasikan agar kerja sama ini berjalan efektif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman ini, BNNP Jawa Tengah dan Universitas Diponegoro menegaskan peran strategis kampus sebagai garda terdepan dalam pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Sinergi antara BNNP Jawa Tengah dan Universitas Diponegoro akan ditindaklanjuti melalui program pencegahan terpadu, penguatan kapasitas sivitas akademika, serta pengembangan riset dan pengabdian masyarakat guna mewujudkan kampus bersih narkoba dan mendukung Jawa Tengah Bersinar.

Ning S