blank
Kolaborasi Sat Samapta Polres Groboan dan BPBD Grobogan dalam kerja bakti membersihkan sisa lumpur pasca banjir di Desa Candisari, Kota Purwodadi. Foto: dok Tya Widya/Polres Grobogan

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – BPBD bersama Sat Samapta Polres Grobogan bergerak cepat merespons kondisi banjir surut yang melanda wilayah Purwodadi.

Respon cepat tersebut yakni membersihkan sekolah dan puskesmas terdampak agar aktivitas masyarakat segera kembali normal.

Setelah banjir surut, BPBD dan Sat Samapta Polres Grobogan memusatkan pembersihan di sejumlah sekolah dan puskesmas di Kecamatan Purwodadi yang sebelumnya terendam lumpur akibat luapan air.

Air yang menggenangi kawasan permukiman dan fasilitas umum di Purwodadi mulai berangsur surut pada, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir.

Kondisi tersebut mendorong jajaran Polres Grobogan melalui Sat Samapta untuk segera turun ke lapangan membantu pemulihan lingkungan bersama BPBD Kabupaten Grobogan, Rabu (18/2/2026).

BACA JUGA : Dinas Lingkungan Hidup Menguatkan Peran Pengawasan Lingkungan di Daerah

Petugas gabungan memulai kerja bakti dengan menyasar fasilitas pendidikan yang terdampak cukup parah akibat endapan lumpur dan sisa material banjir.

Dua sekolah dasar di Kelurahan Candisari menjadi fokus awal pembersihan karena lumpur masih menutupi ruang kelas dan halaman sekolah.

Personel Sat Samapta bersama BPBD membersihkan SD Negeri 2 Candisari dan SD Negeri 3 Candisari secara menyeluruh agar kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali berjalan.

Selain sekolah, tim gabungan juga mengerahkan personel ke fasilitas layanan kesehatan yang terdampak banjir.

Petugas membersihkan area Puskesmas Purwodadi 1 yang sebelumnya dipenuhi lumpur dan sampah sisa banjir.

Kasat Samapta Polres Grobogan AKP Candra Bayu menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat pascabencana.

“Setelah air surut, kami langsung menerjunkan personel untuk membantu membersihkan lumpur dan sisa material banjir agar aktivitas belajar mengajar serta pelayanan kesehatan dapat segera pulih,” ujarnya.

Ia menjelaskan, lumpur yang mengendap cukup tebal sehingga memerlukan kerja sama lintas instansi agar proses pembersihan berjalan efektif dan cepat.

Petugas menyisir setiap ruang kelas, saluran air, halaman sekolah, serta fasilitas pendukung lainnya untuk memastikan lingkungan benar-benar bersih dan aman digunakan.

Di puskesmas, personel fokus membersihkan ruang pelayanan, halaman, hingga akses masuk agar masyarakat tidak mengalami hambatan saat membutuhkan layanan kesehatan.

Selain membersihkan lumpur, anggota Sat Samapta juga membantu memindahkan perabot serta mengangkat sampah yang terbawa arus banjir.

AKP Candra Bayu menyebut kehadiran personel di lokasi sekaligus bertujuan menjaga situasi tetap kondusif dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

BACA JUGA : Kembali Tunjuk Mario Lemos sebagai Pelatih Kepala, Persijap Jepara Atur Ulang Strategi

“Kami berkomitmen untuk terus hadir membantu masyarakat dalam situasi darurat maupun pasca bencana. Sinergi bersama BPBD dan unsur terkait diharapkan mampu mempercepat pemulihan kondisi di wilayah terdampak,” ungkapnya.

Petugas menggunakan peralatan manual dan mesin semprot air untuk mempercepat proses pembersihan lumpur yang menempel di lantai dan dinding bangunan.

BACA JUGA : Wali Kota Semarang Terima Kunjungan Dubes India, Dorong Kerja Sama Investasi, Pendidikan, dan Budaya

Mereka juga memastikan tidak ada genangan tersisa yang berpotensi menimbulkan penyakit pascabanjir.

Dengan banjir surut, BPBD dan Sat Samapta Polres Grobogan berharap sekolah dan puskesmas dapat segera berfungsi normal demi mendukung aktivitas pendidikan dan pelayanan kesehatan warga.

Langkah cepat BPBD bersama Sat Samapta Polres Grobogan ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan Purwodadi sehingga sekolah dan puskesmas kembali aman, bersih, dan layak digunakan masyarakat.

TYA WIDYA