blank
Pei bersama suami. Foto: Tangkapan layar

Sebagai Tiktoker yang aktif membagikan kesehariannya, Pei menghadirkan suasana Imlek yang hangat dan autentik. Ia tidak hanya menampilkan kemeriahan, tetapi juga nilai-nilai keluarga yang kental.

Kepulangannya dari Bali ke Medan menjadi bukti bahwa sejauh apa pun seseorang merantau, rumah dan keluarga tetap menjadi tempat pulang yang utama, terutama saat perayaan besar seperti Imlek.

Kehadiran sang suami yang turut merayakan Imlek bersama keluarga besar di Medan juga menambah nuansa kebersamaan lintas latar belakang. Momen ini memperlihatkan bagaimana tradisi dapat menjadi jembatan yang menyatukan keluarga.

Melalui konten-kontennya, Pei secara tidak langsung ikut memperkenalkan dan melestarikan tradisi Imlek kepada generasi muda, khususnya para pengikutnya di media sosial. Di tengah perkembangan zaman dan arus modernisasi, ia menunjukkan bahwa tradisi tetap bisa dirayakan dengan penuh kebanggaan, sekaligus dibagikan secara kreatif melalui platform digital.

Selain itu, Pei juga membagikan momen ketika dirinya tengah menyiapkan angpao. Dalam videonya, ia terlihat dengan teliti mengisi uang ke dalam amplop berwarna merah yang nantinya akan dibagikan kepada para ponakan dan anggota keluarga yang lebih muda. Tradisi membagikan angpao merupakan salah satu bagian penting dalam perayaan Imlek.

Amplop merah yang identik dengan simbol keberuntungan dan kebahagiaan tersebut berisi doa serta harapan baik untuk penerimanya agar mendapatkan rezeki, kesehatan, dan keberuntungan sepanjang tahun.

Momen pengisian angpao ini pun menjadi sorotan warganet karena memperlihatkan sisi hangat dan penuh kasih dari Pei sebagai seorang kakak atau orang yang sudah menikah. Ia menyiapkan semuanya dengan penuh perhatian, memastikan setiap amplop telah terisi rapi sebelum hari perayaan tiba. Bagi Pei, angpao bukan hanya soal nominal uang, melainkan simbol berbagi kebahagiaan dan rasa syukur.

Perayaan Imlek bagi Pei bukan hanya tentang dekorasi merah dan hidangan melimpah, tetapi tentang makna pulang, kebersamaan, serta rasa syukur atas keluarga yang selalu menjadi fondasi utama dalam hidupnya.

Clarissa Martina Yovita Fallo