blank
Tim KKN Angkatan XX Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara melalui kerja sama strategis dengan Madrasah Diniyah (Madin) Miftahul Ulum, Desa Somosari. Foto: Ika Putri

JEPARA (SUARABARU.ID) –Semangat pengabdian masyarakat ditunjukkan oleh mahasiswa KKN Angkatan XX Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara melalui kerja sama strategis dengan Madrasah Diniyah (Madin) Miftahul Ulum, Desa Somosari.

Kolaborasi ini dikemas dalam acara Haflah Akhirussanah dan Pentas Seni sebagai upaya menanamkan fondasi ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) kepada generasi penerus desa setempat. Kegiatan berlangsung Minggu 1 Februari 2026.

Kemeriahan acara dibuka dengan panggung kreasi yang menampilkan potensi para santri Madin Miftahul Ulum. Suasana tampak khidmat sekaligus ceria saat para murid membawakan berbagai penampilan, mulai dari olah vokal lagu Islami hingga tarian daerah dan kreasi seni lainnya. Agenda ini menjadi ajang apresiasi atas ketekunan para santri dalam menimba ilmu selama satu tahun terakhir.

Sutomo, selaku Kepala Madin Miftahul Ulum Somosari, mengungkapkan apresiasinya atas keterlibatan mahasiswa. Menurutnya, kehadiran tim KKN UNISNU membawa semangat baru yang memotivasi para santri untuk lebih berani tampil di depan publik dengan tetap mengedepankan etika keislaman.

Memasuki acara inti, pihak Yayasan Madin menyampaikan sambutan hangat atas peran aktif kaum akademisi dalam mendukung kegiatan syiar agama di tingkat desa. Puncak acara kemudian diisi dengan Mauidho Hasanah oleh KH. Imron Mashadi.

Dalam pesannya ia mengingatkan pentingnya peran Madrasah Diniyah sebagai tameng moral dalam menghadapi tantangan zaman, guna mencetak generasi yang moderat serta berkarakter sholeh-sholehah.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Mahfudlah Fajrie, S.Sos.I., M.S.I., menegaskan bahwa partisipasi mahasiswa dalam Haflah ini adalah bentuk nyata dari pengabdian masyarakat yang terencana.

“Kami mendorong mahasiswa untuk terjun langsung dan menyatu dengan tokoh agama serta warga. Melalui momen Haflah ini, mereka belajar secara praktik bagaimana merawat nilai-nilai Aswaja di tengah masyarakat,” jelas Dr. Mahfudlah.

Sinergi ini diharapkan tidak berhenti sampai di sini, melainkan menjadi awal dari hubungan silaturahmi yang kuat antara UNISNU Jepara dan warga Desa Somosari dalam mencetak generasi yang unggul secara intelektual maupun spiritual.

Hadepe – Ika Putri