JEPARA (SUARABARU.ID) – Ratusan pasang mata jamaah tampak tak bergeming mengikuti jalannya Pengajian Umum dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sekaligus Ruwahan Massal 1447 H. Acara yang dipusatkan di Masjid Al-Muttaqin, Dukuh Ngelumprit RT 21 RW 03, Desa Kelet Kidul, Kecamatan Keling ini berlangsung khidmat pada Selasa malam Rabu (27/01/2026).
Kegiatan akbar ini merupakan buah sinergi antara Takmir Masjid Al-Muttaqin dengan berbagai elemen masyarakat, mulai dari Jamiyyah Roudlatul Munawwaroh, Jamiyyah Khoiro Ummah, Jamiyyah Qur’anan Ibu-ibu Kelet Kidul, hingga dukungan penuh dari Pengurus Ranting NU Desa Kelet.

Sebelum puncak pengajian, suasana religi sudah terasa sejak Senin malam Selasa melalui kegiatan Ruwahan Massal yang diisi dengan Khataman Al-Qur’an Bil Ghoib oleh para Khuffadz (penghafal Al-Qur’an) di Imami oleh Ustadz. Miftahul Ulum Al-Hafidz. Juga Khataman Al-Qur’an Binnadhor oleh ibu-ibu jamaah Quranan Kelet kidul yang di imami oleh Ustadz. Muhammad Nurchan, S.Pd.I. Kegiatan ini ditujukan untuk mendoakan para arwah leluhur sekaligus mensucikan hati menyambut bulan suci yang akan datang.
Acara yang dipandu oleh saudara Fregy Muktiono, S.Pd. ini dibuka dengan penampilan apik grup Rebana Latansa IPNU Kelet yang membawakan sholawat dengan penuh semangat.

Hadir memberikan sambutan di antaranya Petinggi Desa Kelet, Abdul Aziz, S.T., Ketua Tanfidziyah NU Ranting Kelet, KH. Ahmad Nuhin, S.Pd.I., serta didampingi oleh Bhabinkamtibmas Yayang Ramadhan, S.H. yang memastikan keamanan selama acara berlangsung.
Ketua Takmir Masjid Al-Muttaqin, Asikin dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan iman dan taqwa. “Kami berharap jamaah dapat meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dan terus menjaga tradisi ruwahan ini sebagai bentuk bakti kepada orang tua yang telah tiada,” tuturnya.

Peran Ulama dan Pendidikan Karakter
Puncak acara yang dinanti adalah ceramah agama dari KH. Samuin Wage asal Kajen, Pati. Dalam tausiyahnya yang membius sekitar 300 jamaah, ia menekankan pentingnya peran ulama dalam kehidupan masyarakat.
Mengutip Kitab Ihya Ulumiddin karya Imam Ghazali, KH. Samuin Wage memperingatkan tentang tiga ujian bagi kaum yang lari atau meninggalkan peran ulama yaitu dicabut keberkahan dari usahanya, diberikan pemimpin yang zalim dan dikhawatirkan meninggal dalam keadaan tanpa membawa iman.
Selain itu, KH. Samuin juga menyoroti pentingnya pendidikan karakter anak sejak dalam kandungan. “Peran istri sholehah adalah kunci utama dalam mencetak generasi unggul yang berakhlakul karimah,” tegasnya
Meski kajian berlangsung hampir dua jam hingga larut malam, jamaah tetap bertahan di lokasi karena gaya penyampaian Kyai Samuin yang komunikatif dan menyentuh sanubari.
Melalui pengajian ini, diharapkan kebersamaan antar jamiyyah di wilayah Kelet Kidul semakin solid dan spiritualitas warga semakin meningkat di tengah tantangan zaman yang kian dinamis.
Hadepe – Muhammad Nurchan
Khataman Quran Bin Nadhor Ibu Ibu yang dipimpin oleh Ustadaz Muhammad Nurchan, S.Pd,I. Foto: Dok
Petinggi Desa Kelet, Ketua NU Kelet dan Babinkamtibmas Desa Kelet yang hadir dalam acara tersebut. Foto: Dok
Takmir masjid Al Muttaqin Kelet saat memberikan sammbutan. Foto: Dok
Tausiyah oleh KH. Samuin Wage yang memukau pengunjung. Foto: Hadepe













