SEMARANG (SUARABARU.ID) – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) secara resmi menutup periode Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) dengan mencatatkan kinerja operasional yang stabil.
Secara nasional, PELNI melayani sebanyak 542.339 penumpang selama periode 11 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026.
Kepala Cabang PT PELNI Semarang, Yuniati Fatimah, menyampaikan bahwa realisasi penumpang nasional tahun ini mencapai 98,4% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang berada di angka 551.383 penumpang. Tren serupa juga terlihat pada arus penumpang di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.
Dirinya lebih jauh menjelaskan, penurunan tipis jumlah penumpang di Semarang dipengaruhi oleh faktor kalender libur nasional, dimana salah satunya momen dekatnya waktu antara libur Nataru dan Libur Lebaran yang hanya beberapa bulan saja.
“Realisasi jumlah penumpang tahun 2025/2026 sedikit lebih rendah dibandingkan 2024/2025. Hal ini dipengaruhi oleh jarak antara liburan Nataru dan momentum Lebaran yang cukup berdekatan, sehingga masyarakat cenderung mengatur ulang rencana perjalanan mereka,” katanya, Selasa 27 Januari 2026.
Tercatat, berdasarkan data Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, pada momen libur Nataru untuk jumlah penumpang naik sebesar 2.408 orang, total penumpang terlayani 2.415 orang, dengan persentase rata-rata mencapai 75% dibandingkan periode Nataru tahun lalu.
Meski secara volume penumpang mengalami penurunan, PT PELNI berhasil mempertahankan kualitas layanan prima. Tercatat, rata-rata On Time Performance (OTP) atau ketepatan waktu keberangkatan dan kedatangan kapal penumpang mencapai 98%.
“Capaian ini membuktikan komitmen PELNI terhadap ketepatan waktu dan disiplin operasional tetap terjaga secara konsisten. Kami selalu mengedepankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama. Seluruh armada rutin menjalani inspeksi ketat oleh otoritas maritim dan awak kapal dilatih sesuai standar nasional maupun internasional,” kata Yuniati.
Dirinya menambahkan, sebagai BUMN pelayaran, PELNI terus memperkuat perannya dalam konektivitas antarpulau. Tercatat, hingga saat ini perusahaan telah mengoperasikan 25 kapal penumpang yang menyinggahi 75 pelabuhan dengan 483 ruas.
Selain itu PELNI juga mengoperasikan 30 trayek kapal perintis untuk wilayah 3TP (Tertinggal, Terdepan, Terluar, dan Perbatasan) yang melayani 2.515 rute. Serta 18 Kapal Rede serta layanan logistik yang mencakup 8 trayek tol laut dan satu trayek khusus kapal ternak.
“Dengan berakhirnya periode Nataru ini, PELNI memastikan akan terus melakukan evaluasi demi meningkatkan pelayanan yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia,” pungkasnya.
Hery Priyono













