SEMARANG (SUARABARU.ID) – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas I Semarang, Ahmad Tohari menandatangani prasasti Santri Teladan serta Hadroh Al-Badas sebagai simbol peresmian program pembinaan di Lapas Semarang.
Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Lapas Semarang dalam memperkuat pembinaan spiritual dan karakter religius bagi warga binaan muslim.
Peresmian dilaksanakan di Masjid At Taubah Lapas Semarang yang dihadiri oleh jajaran dan santri Lapas Semarang yang merupakan warga binaan beragama muslim.
Kalapas, Ahmad Tohari menyampaikan, penetapan Santri Teladan merupakan bentuk kesungguhan Lapas Semarang untuk membina warga binaan agar mendapatkan perubahan karakter, kedisiplinan, serta akhlak yang baik.
“Program ini menjadi motivasi bagi warga binaan lainnya untuk terus memperbaiki diri dan aktif mengikuti kegiatan pembinaan.” ujar Tohari, baru-baru ini.
“Santri teladan bukan hanya dinilai dari kemampuan membaca Alquran atau mengikuti pengajian, tetapi juga dari sikap, perilaku, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari di dalam Lapas,” ujarnya.
Sementara itu untuk peresmian Hadroh Al-Badas menjadi sarana pengembangan bakat seni islami warga binaan, sekaligus media dakwah yang menanamkan nilai-nilai religius.
Grup hadroh ini diharapkan mampu meningkatkan minat dalam kegiatan keagamaan di dalam Lapas, serta membangun suasana yang lebih religius.
Kalapas berharap, dengan diresmikannya Santri Teladan dan Hadroh Al-Badas, Lapas Semarang semakin optimal dalam mempersiapkan warga binaan untuk kembali dan diterima masyarakat setelah selesai menjalani masa pidana.
Ning S













