WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Skansermart, adalah nama gerai toko yang dimiliki oleh SMK Negeri 1 Bulukerto, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Toko sekolah ini, diancang dengan konsep dari kita untuk kita, sekaligus keberadaannya menjadi bagian dari edukatif pembelajaran kewirausahaan bagi siswa.
Acara ini dirangkai dengan peninjauan bersama di ruang gerai tempat memajang aneka komoditas yang dijajakan. Hari pertama pembukaan Skansermart, ditandai pembelian perdana memakai voucher (kupon bernilai moneter yang dapat digunakan untuk alat pembayaran), yang sebelumnya dibagikan oleh panitia. Masing-masing lembar voucher bernilai Rp 50 ribu.
Komoditas yang dijajakan, terdiri atas berbagai kebutuhan pokok, termasuk pasta gigi, sabun mandi dan sabun cuci, beras dan mie instan. Juga ada lampu listrik, aneka snack dan minuman kemasan. Skansermat memberikan jasa pelayanan BTN Link, tarik tunai, transfer antarbank, pembayaran tagihan, token pulsa, isi ulang, top up.
Dalam Bahasa Indonesia, mart berarti pasar, pusat perbelanjaan, tempat niaga perdagangan, atau juga dapat dipahami sebagai toko. Kata mart merupakan kependekan dari market yang berasal dari Bahasa Inggris. Yang artinya, merujuk pada tempat atau bangunan untuk menjual barang. Merupakan sinonim dari pasar atau toko yang menjadi tempat transaksi jual beli.
SMK Negeri 1 Bulukerto, merupakan SMK Negeri tertua ketiga di Kabupaten Wonogiri. Memiliki 90 guru dan karyawan serta 1.062 siswa. Keberadaan guru karyawan dan siswa, berjumlah sebanyak 1.152, menjadi pasar potensial untuk diposisikan sebagai pembeli pada Skansermart.
Jumlah Laba
Bila sebanyak 30 persen dari mereka per hari belanja minimal Rp 10 ribu, maka akan didapat hitungan omset penjualan bernilai 30% x 1.152 x Rp 10 ribu = Rp 3,456 juta. Dalam sepekan (5 hari kerja) diperoleh pemasukan 5 x Rp 3,456 juta = Rp 17,28 juta. Sebulan (4 pekan) jumlah omset penjualannya mencapai Rp 69,12 juta.
Bila dari omset ini diperoleh laba minimal 20 persen, maka sebulan jumlahnya mencapai Rp 13,824 juta. Setahun mencapai Rp 13,824 juta x 12 bulan = Rp 165,888 juta. ”Jumlah laba yang sebelumnya tidak pernah dipikiirkan oleh kita,” ujar Kasek Gunarsi.
Tapi Skansermat, tujuannya tidak semata bisnis oriented. Keberadaannya, dirancang pula untuk wahana edukasi pembelajaran bagi para siswa. Utamanya demi pengenalan pembelajaran tentang bisnis kewirausahaan. Harapannya, ini dapat menjadi bagian pembekalan bagi lulusan.
Skansermat, dirancang dalam upaya membangun brand awareness, dan mendorong penjualan melalui perencanaan strategis. Awareness adalah kesadaran atau pengetahuan, pikiran dan perasaan yang digunakan untuk konteks bisnis. Yakni berangkat dari pemahaman dan pengenalan potensi kemampuan, untuk merespons informasi atau peristiwa, yang dijadikan sebagai pondasi penting dalam psikologi, untuk pengembangan diri, pengambilan keputusan dan tindakan melaksanakan pemasaran yang lebih baik.
Berangkat dari kerangka pemikiran itu, para guru dan karyawan, sepakat mengumpulkan modal awal dengan cara memberikan iuran masing-masing Rp 200 ribu. Modal awal ini, kemudian dibelanjakan aneka komoditas kebutuhan sehari-hari yang dijajakan di outlet Skansermat. Untuk selanjutnya, dipasarkan kepada para guru, karyawan dan para siswa. Kesetiaan mereka menjadi pembeli, akan memberikan dorongan tumbuhkembangnya Skansermart.(Bambang Pur)













