blank
Grup ebeg Putra Laras Budaya dari Dukuh Wanayasa, Desa Karangmaja, Karanggayam Kebumen, Minggu 25/1.(Foto:SB/PPKLK),

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Pentas ebeg, seni tradisional khas Kebumen, berlangsung meriah di halaman SMP-SMK 10 Nopember Desa Karangmaja, Kecamatan Karanggayam, Minggu (25/1).

Ratusan orang hadir menyaksikan kemeriahan pertunjukan kesenian ebeg Kebumenan tersebut. Pagelaran ebeg ini memeriahkan Ulang Tahun Ke-8  Paguyuban Pecinta Kuda Lumping Kebumen  (PPKLK).

Pentas ini menampilkan grup ebeg Putra Laras Budaya dari Dukuh Wanayasa, Desa Karangmaja, Karanggayam, yang berkolaborasi dengan beberapa grup ebeg lainnya. Ada pula potong tumpeng.

Bahkan yang menarik, pada sesi pertama menampilkan penari ebeg yang masih usia anak-anak dan remaja. Para penari ebeg ini masih duduk di bangku SD-SMP, antara kelas 4 SD sampai kelas 7 SMP.

blank
Potong tumoeng menyambut ulang tahun Ke-8 Paguyuban Pecinta Kuda Lumping Kebumen (PPKLK), Minggu 25/1.(Foto:SB/PPKLK).

Ketua Umum PPKL Kebumen Agung Nugroho mengungkapkan, pada tahun 2018 paguyuban awalnya digagas oleh Wardi Watulawang bersama sesama beberapa pecinta kuda lumping atau ebeg.

Paguyuban itu bertujuan menghimpun para pecinta kesenian ebeg untuk turut melestarikan kesenian tradisional ebeg di Kebumen. Selain itu juga turut serta menjaga agar setiap pertunjukan ebeg dapat berlangsung secara tertib dan lancar.

Agung berharap ke depan PPKLK semakin kompak, sehingga dapat mengadakan kegiatan anniversary  secara bergilir di tempat lain. Lebih dari itu ,generasi muda bisa mempertahan kan kesenian ebeg yang ada di Kebumen.

Hadir pada acara tersebut pengurus Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kabupaten Kebumen yang diwakili Koordinator Bidang Seni dan Tradisi lisan DKD Pekik Sat Siswonirmolo, Kepala Desa Karangmaja Tunjang Mugiono, serta beberapa tamu undangan yang merupakan perwakilan pengurus grup ebeg di Kebumen Ebeg.

Kepala Desa Karangmaja Tunjang Mugiono menyampaikan apresiasi pada anniversary PPKLK yang Ke-8. Tunjang berharap PPKLK semakin berkembang, kompak dan memberi manfaat pada kesenian ebeg di Kebumen.

Secara umum Tunjang Mugiono selaku pemerintah desa siap mendukung pelestarian dan pengembangan kesenian yang ada di Desa Karangmaja.

Sedangkan Koordinator Bidang Seni dan Tradisi Lisan DKD Kebumen Pekik Sat Siswonirmolo menyatakan, dengan tampilnya penari ebeg yang masih anak-anak dan remaja, menunjukkan bahwa komunitas kesenian ebeg telah berkomitmen untuk melakukan regenerasi, pengkaderan pada generasi muda.

“Kami mendukung penuh upaya nguri-uri seni  budaya yang ada di Kebumen. Termasuk pelestarian seni ebeg beserta upaya regenerasi seniman muda,”tandas Pekik yang juga seorang pendidik.

Komper Wardopo