blank
Petugas Polsuska memberikan sosialisasi tentang bahaya perlintasan sebidang tanpa penjagaan kepada para siswa di SDN 1 Tambirejo Toroh. Foto: dok KAI Daop 4 Semarang.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – KAI Daop 4 Semarang mencatat penurunan jumlah kecelakaan di perlintasan sebidang wilayah Kabupaten Grobogan sepanjang 2025.

Capaian ini menunjukkan hasil nyata dari penguatan aspek keselamatan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh KAI bersama para pemangku kepentingan.

Penurunan jumlah kecelakaan perlintasan sebidang tersebut menjadi indikator meningkatnya kesadaran keselamatan di Kabupaten Grobogan, seiring konsistensi KAI Daop 4 Semarang dalam menjalankan program pencegahan kecelakaan secara terpadu.

Berdasarkan data yang dihimpun, pada 2024 tercatat lima kejadian kecelakaan perlintasan sebidang berupa temperan antara kendaraan dengan kereta api. Jumlah tersebut berhasil ditekan menjadi tiga kejadian sepanjang 2025.

BACA JUGA : Seminar Gerakan Lima Anti Dorong Peran Duta OSIS sebagai Agen Perubahan di Jepara

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menegaskan bahwa tren penurunan kecelakaan ini tidak terjadi secara instan, melainkan hasil dari langkah sistematis yang terus diperkuat dari tahun ke tahun.

“Perjalanan kereta api menjadi prioritas utama dan keselamatannya harus dijaga betul karena banyaknya nyawa yang dibawa. Berbagai langkah telah dilakukan oleh Daop 4, mulai dari sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang maupun di tempat lainnya, koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, kepolisian, dan instansi terkait, hingga penutupan perlintasan sebidang,” kata Luqman.

KAI Daop 4 Semarang secara aktif menggencarkan sosialisasi keselamatan kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan yang kerap melintasi jalur rel tanpa perlindungan maksimal.

Sepanjang 2025, jumlah kegiatan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang di seluruh wilayah Daop 4 Semarang mencapai 351 kali. Angka tersebut meningkat sekitar 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 251 kali.

Peningkatan intensitas sosialisasi ini menjadi strategi utama KAI untuk membangun pemahaman masyarakat bahwa keselamatan perjalanan kereta api berkaitan langsung dengan keselamatan pengguna jalan.

BACA JUGA : Sambut HPN 2026, Wartawan Difasilitasi MCU di RSDS Kebumen

Selain edukasi, KAI Daop 4 Semarang juga memperkuat langkah penataan infrastruktur keselamatan dengan menutup perlintasan sebidang yang tidak memenuhi kriteria teknis dan regulasi.

Pada 2025, KAI menutup 21 perlintasan sebidang di wilayah Daop 4 Semarang. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencatat penutupan 18 perlintasan sebidang.

Menurut Luqman, kebijakan penutupan tersebut dilakukan setelah melalui koordinasi lintas sektor agar tidak mengganggu mobilitas warga, sekaligus memastikan keselamatan tetap menjadi prioritas utama.

Langkah-langkah ini diarahkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran pengguna jalan bahwa perlintasan sebidang memiliki risiko tinggi jika dilalui tanpa kehati-hatian.

Meski angka kecelakaan menunjukkan tren menurun, KAI Daop 4 Semarang menilai kewaspadaan masyarakat tetap perlu ditingkatkan, terutama di perlintasan sebidang yang belum dilengkapi palang pintu.

BACA JUGA : Tahun 2026, Pemkab Wonosobo akan Perkuat Pembangunan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat

KAI mengimbau pengguna jalan untuk selalu berhenti sejenak, menengok ke kiri dan kanan, serta memastikan jalur benar-benar aman sebelum melintasi rel kereta api.

“Kecelakaan di perlintasan sebidang masih didominasi oleh faktor kelalaian pengguna jalan. Oleh karena itu, peran aktif masyarakat sangat penting. Beberapa detik untuk berhenti dan memastikan aman dapat menyelamatkan nyawa,” tambahnya.

KAI Daop 4 Semarang juga terus melakukan evaluasi berkala terhadap perlintasan sebidang yang masih beroperasi guna memastikan standar keselamatan terpenuhi secara optimal.

Selain itu, KAI mendorong penutupan perlintasan sebidang tidak dijaga yang tidak memenuhi ketentuan sebagai bagian dari strategi jangka panjang menekan angka kecelakaan.

Melalui pendekatan edukasi, penataan infrastruktur, serta penguatan koordinasi lintas instansi, KAI Daop 4 Semarang berharap budaya keselamatan dapat tumbuh kuat di tengah masyarakat.

Upaya berkelanjutan tersebut diharapkan mampu terus menekan angka kecelakaan perlintasan sebidang di Kabupaten Grobogan, sekaligus memastikan perjalanan kereta api berlangsung aman, selamat, dan lancar bagi seluruh pengguna jalan.

TYA WIDYA