blank
Warga saat berjuang melintasi akses masuk Karangturi yang terendam banjir cukup tinggi. foto: Ist

KUDUS (SUARABARU.ID)  – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Kudus sejak beberapa hari terakhir menyebabkan banjir kembali melanda sejumlah desa rawan. Desa Banget dan Desa Setrokalangan di Kecamatan Kaliwungu menjadi wilayah yang terdampak cukup parah. Akibatnya, ratusan warga terdampak, puluhan rumah terendam, serta sejumlah akses jalan dan jembatan vital terpaksa ditutup demi keselamatan.

Banjir di Desa Banget terjadi sejak Selasa dini hari (13/1/2026). Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, air masuk ke permukiman warga di Dukuh Kacurejo, tepatnya di RW 3 dan RW 4. Sedikitnya 49 rumah tergenang banjir dengan ketinggian air bervariasi. Total warga terdampak mencapai 49 kepala keluarga (KK) atau sekitar 117 jiwa. Meski kondisi rumah terendam, hingga saat ini belum ada warga yang mengungsi dan masih bertahan di rumah masing-masing sambil menunggu air surut.

Sementara itu, banjir yang melanda Desa Setrokalangan telah terjadi sejak Minggu (11/1/2026) dan terus mengalami peningkatan hingga Selasa (13/1/2026). Ketinggian air dilaporkan mencapai 20 hingga 70 sentimeter, dengan titik terdalam berada di RT 1 RW 2. Sedikitnya 35 hingga 38 rumah warga di RW 01 dan RW 02 terdampak, dengan jumlah warga terdampak sekitar 38 hingga 50 KK atau lebih dari 120 jiwa.

Camat Kaliwungu Satria Agus Himawan menyampaikan bahwa banjir di wilayahnya dipicu oleh curah hujan tinggi yang disertai kiriman air dari Sungai Mijen maupun limpasan spillway Goleng akibat meluapnya Kaligelis.

Selain itu, kondisi sungai yang mengalami pendangkalan membuat aliran air terhambat, sehingga genangan cepat meningkat. “Air mulai naik sejak kemarin dan bertambah dengan cepat. Jika hujan masih turun, tidak menutup kemungkinan ketinggian air akan terus bertambah,” ujarnya.

Banjir juga berdampak signifikan terhadap mobilitas warga. Akses jalan Garung Kidul–Karangturi terpaksa ditutup total karena tergenang air setinggi 60 hingga 100 sentimeter. Jalan penghubung Dukuh Kalangan–Dukuh Setro juga tidak dapat dilalui kendaraan bermotor akibat genangan setinggi 40 hingga 65 sentimeter. Bahkan, jembatan penyeberangan Sungai Wulan yang menghubungkan Desa Setrokalangan dan Desa Kedungwaru ditutup sementara demi menghindari risiko kecelakaan.

Akibat terputusnya akses jalan, warga Dukuh Karangturi harus memutar melalui jalur Dukuh Setro untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk bekerja dan bersekolah. Pemerintah desa bersama ketua RT dan RW setempat berinisiatif menyiapkan lokasi penampungan kendaraan warga guna memudahkan mobilitas.

Ditambahkan, pemerintah desa telah menyiapkan langkah antisipasi lanjutan, termasuk rencana pendirian posko kebencanaan apabila kondisi memburuk dan warga mulai mengungsi. “Jika memang diperlukan, posko bencana akan kami dirikan. Untuk sementara, masjid kami siapkan sebagai tempat penampungan awal,” jelasnya.

Satria juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada mengingat curah hujan masih tinggi dan debit sungai belum sepenuhnya surut. “Kami meminta warga untuk selalu siaga, menjaga keselamatan diri dan keluarga, serta segera melapor apabila terjadi kenaikan air yang membahayakan,” tegasnya.

Ali Bustomi