JEPARA(SUARABARU.ID) – Setelah padam total akibat bencana alam longsor, listrik di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Ahad (11/1/2026) malam kembali menyala. Kembali pulihnya jaringan listrik yang sempat terputus total itu, menandai signifikannya progres penanganan dampak bencana tanah longsor di yang berada di kawasan lereng Gunung Muria tersebut.
Sejak Jumat (9/1/2026), Desa Tempur terisolasi setelah akses jalan ke desa tersebut tertutup longsor di sejumlah lokasi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara bergerak cepat melakukan pemulihan. Malam itu juga, tim SAR gabungan sudah berupaya membuka akses jalan. Setelah tim teknis, Bupati Jepara Witiarso Utomo beserta rombongan, turun langsung meninjau lokasi pada Ahad (11/1/2026) sore sampai malam.

Mereka memastikan seluruh elemen penanganan bencana, mulai dari alat berat, petugas teknis, hingga logistik, bekerja secara optimal dan terintegrasi.
Pantauan di lokasi, akses jalan yang sempat tertutup material longsor mulai terbuka, dan dapat dilalui secara terbatas untuk distribusi logistik.
“Prioritas utama pemerintah adalah membuka isolasi wilayah dan memulihkan utilitas dasar. Alhamdulillah, listrik sudah menyala dan akses jalan mulai terbuka. Ini berkat kerja keras seluruh tim gabungan di lapangan,” ujar Mas Wiwit, sapaan akrab bupati saat melakukan pengecekan di lokasi bencana.

Dalam tinjauan teknis tersebut, Pemkab Jepara juga mematangkan rencana penguatan tebing jalan yang amblas. Langkah konstruksi menggunakan bronjong dan pengalihan aliran air akan segera dieksekusi begitu cuaca memungkinkan, guna mencegah kerusakan susulan.
Selain infrastruktur fisik, Pemkab Jepara memastikan penanganan warga terdampak berjalan baik. Distribusi logistik ke posko pengungsian dan operasional dapur umum dipastikan aman. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga masyarakat maupun relawan membuat penyaluran bantuan tepat sasaran.
Camat Keling Lulut Andi Arianto, mengonfirmasi membaiknya kondisi lapangan. “Terbukanya akses jalan sangat vital untuk mempercepat masuknya bantuan dan peralatan. Dengan listrik yang sudah menyala, kami optimis pemulihan Desa Tempur bisa lebih cepat,” ungkapnya.
Sementara itu, Petinggi Tempur Mariyono mengapresiasi kehadiran pemerintah yang fokus pada solusi cepat. “Warga merasa tenang karena pemerintah hadir langsung memastikan kebutuhan terpenuhi. Kerja bakti dan gotong royong warga juga terus berjalan,” tuturnya.
Hadepe-Kominfo













