blank
Anggota ORARI melakukan perbaikan salah satu pemancar radio di tengah hujan, Foto : ORARI

JEPARA (SUARA BARU. ID) – Terjadinya bencana memang tidak bisa diperkirakan. Seperti halnya Jumat, 09/01/2026 terjadi bencana tanah longsor di beberapa titik di Desa Tempur dan Dukuh Kajang Desa Damarwulan Kecamatan Keling.

Hal ini dikarenakan curah hujan yang tinggi yang mengakibatkan 1 Desa dan 6 Dukuh terdapat sekitar 1.445 KK 3.522 jiwa terdampak. Selain itu kejadian banjir bandang di Desa Sumberrejo Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara juga tidak terelakkan karena satu jalur aliran air dari Desa Tempur.

Pramuka Peduli Kwartir Cabang Jepara juga langsung menggelar Dapur Umum (DU) dan pembersihan material longsor di tempat terdampak.

Meski anggota Orari Lokal Kabupaten Jepara sudah terjun langsung ke lapangan bersinergi dengan relawan lainnya, masih saja ada yang kurang. Dikarenakan dukungan komunikasi yang seharusnya bisa langsung disampaikan lewat repeater harus menggunakan gawai, disamping kekurangan signal akibat aliran listrik di sebagian besar daerah terdampak padam.

Menyikapi hal tersebut Ketua Orari Lokal Kabupaten Jepara melalui Kabid Operasi dan Teknik Zaenal Arifin (YC2SCH) mengambil langkah darurat untuk melakukan perbaikan stasiun Radio Pancar Ulang (RPU) yang berada di Dukuh Salak Desa Tanjung Kecamatan Pakis Aji, yang termasuk pegunungan lereng Muria dengan ketinggian lebih dari 800MDPL.

Perbaikan RPU Orari Lokal Kabupaten Jepara (YH2AUR) sendiri terjadi karena tersambar petir beberapa waktu lalu, “besok pagi (Minggu, 11/01/2026) kami bersama team evakuasi repeater akan melakukan perbaikan, seharusnya menunggu cuaca bagus karena medan yang dilalui termasuk berat, tapi karena adanya kedaruratan perbaikan segera kami laksanakan, doakan saja semua proses nya lancar dan aman terkendali,” papar Zaenal Arifin.

Lebih lanjut Zaenal Arifin mengingatkan kepada seluruh warga masyarakat Jepara khususnya bisa menggunakan frekuensi RPU untuk menginformasikan perihal kebencanaan atau hal penting lainnya.

Dimana frekuensi yang gunakan ada dua band yakni Frekuensi VHF (146.740MHz dup -0.600MHz T88.5) dan Frekuensi UHF (434.740MHz dup -4.000MHz T123).

“Kami persilahkan bagi seluruh warga masyarakat untuk turut serta berbagi informasi lewat RPU, baik anggota maupun di luar anggota” imbuhnya.

Sementara itu Ketua Orari Lokal Kabupaten Jepara Darono Ardi Widodo (YC2BUT) di tempat terpisah menyatakan dukungannya, “segera laksanakan perbaikan dengan sebaik-baiknya, cukupi kebutuhan, dan tetap hati-hati dalam perjalanan, berikan kontribusi kepada Jepara kita”, pesannya yang dihubungi lewat gawai.

Septiana Wibowo – YC2EDN