WONOSOBO (SUARABARU.ID)– Palang Merah Indonesia (PMI) Wonosobo kerap menjadi penyangga kebutuhan darah bagi daerah sekitar. Apalagi kebutuhan darah untuk pasien di rumah sakit cukup tinggi.
Di sisi lain, PMI juga memperluas peran pelayanan kemanusiaan melalui penguatan layanan kesehatan dasar lewat Klinik Kesehatan Pratama PMI yang dibuka setiap hari bagi pasien umum, gigi maupun persalinan.
Ketua PMI Wonosobo Heru Kurniawan Nurdiansyah menegaskan, kebutuhan darah di Wonosobo rata-rata mencapai 900—1.000 kantong per bulan dan sejauh ini selalu terpenuhi.
Pasokan tersebut, menurutnya, ditopang oleh 150 komunitas pendonor aktif, 49 relawan, serta keterlibatan rutin ASN, TNI dan Polri dalam kegiatan donor darah massal.
“Stok darah relatif aman. Bahkan kami sering diminta membantu daerah lain seperti Temanggung, dan Banjarnegara,” kata Heru saat konferensi pers di Kantor PMI Wonosobo, Senin (5/1/2025).
Dalam kesempatan berbincang dengan sejumlah wartawan, Heru didampingi Wakil Ketua Bandriyo, Komandan Markas PMI Sumarno dan Sekretaris PMI Wonosobo Amin Purnani. Kantor PMI dibuka setiap hari untuk pelayanan kesehatan dan donor darah.
“Guna menjaga kualitas dan ketahanan stok, PMI Wonosobo kini memiliki cool storage khusus plasma darah.
Fasilitas ini dinilai krusial untuk menjamin ketersediaan komponen darah tertentu yang masa simpannya lebih terbatas,” terangnya.
Namun, Heru mengingatkan, memasuki ramadan mendatang kebutuhan darah biasanya meningkat tajam. Berkaca pada ramadan 2025, kebutuhan darah sempat melonjak hingga 1.300 kantong.
Klinik Kesehatan

Guna mengantisipasi hal tersebut, PMI menggandeng Pemkab Wonosobo melalui kegiatan tarawih keliling (tarling) yang dilakukan Bupati bersama Forkompimda, sekaligus dimanfaatkan untuk donor darah keliling.
PMI Wonosobo saat ini, sebut Heru, juga mengelola layanan kesehatan melalui Klinik Pratama. Klinik ini membuka akses layanan kesehatan gratis bagi masyarakat tidak mampu melalui skema BPJS Kesehatan maupun surat keterangan tidak mampu (SKTM).
“Untuk warga tidak mampu, layanan bisa digratiskan dengan syarat ada SKTM dari Kepala Desa. Itu sudah diatur dalam SOP kami. PMI punya missi utama kemanusiaan, karena itu harus siap melayani pasien kurang mampu,” tegas Heru.
Sebagai bentuk optimalisasi layanan, lanjut Ketua PMI termuda se-Jawa Tengah tersebut, seluruh karyawan dan pengurus PMI juga diwajibkan mendaftarkan kepesertaan BPJS Kesehatan di Klinik PMI.
“Saat ini tercatat sekitar 3.500 pasien aktif terdaftar sebagai peserta BPJS di klinik tersebut. Layanan yang tersedia masih bersifat pelayanan dasar, meliputi pemeriksaan kesehatan umum, layanan kesehatan gigi, serta persalinan,” papar dia.
Setiap hari, klinik melayani rata-rata 40—50 pasien, dengan Kecamatan Mojotengah menjadi wilayah penyumbang pasien terbanyak.
Jika kondisi pasien tidak memungkinkan ditangani secara rawat jalan, klinik akan melakukan rujukan ke rumah sakit terdekat.
Saat ini, jam operasional Klinik Kesehatan Pratama PMI Wonosobo berlangsung pukul 08.00-20.00 WIB. Ke depan seiring dengan perkembangan yang ada dan ketersediaan SDM kesehatan yang memadai, klinik kesehatan bisa dibuka 24 jam.
Muharno Zarka













