KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)– Pelajar SMA Taruna Nusantara (TN) Magelang, mendapatkan pembekalan tentang edukasi keuangan bagi pelajar, pada Selasa (6/1/2026). Adapun tema kegiatan yang diikuti 815 dari 1.158 pelajar itu yakni, ‘Literasi Keuangan Kuat, Indonesia Hebat: Pelajar SMA Taruna Nusantara Menuju Generasi Emas 2045’.
Kepala SMA TN, Mayor Jenderal TNI M Imam Gogor Agnie Aditya menjelaskan, peserta merupakan pelajar Kelas X dan XI. Kelas X berjumlah 500 orang, sedangkan sisanya siswa-siswi kelas XI. Adapun Kelas X dipersiapkan sebagai siswa yang akan menempati kampus SMA Taruna Nusantara yang ada di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Disebutkan dia, acara hari ini merupakan agenda pertama di tahun baru, dan hari pertama masuk sekolah. ”Kehadiran OJK di tengah para siswa ini, menjadi sebuah wujud nyata komitmen negara, dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, namun juga cerdas secara finansial,” katanya.
BACA JUGA: 60 Organisasi Mahasiswa Universitas Semarang Resmi Dilantik
Menurut dia, literasi keuangan bukan sekadar hitung-hitungan soal uang. Tetapi bagian pentingnya, pembentukan karakter bagi calon pemimpin masa depan. Yaitu karakter pemimpin yang bertanggungjawab, mandiri, disiplin, dan berintegritas.
”Di era digital ini, tantangan keuangan yang dihadapi generasi muda semakin kompleks. Akses terhadap produk keuangan juga sangat mudah, mulai dari tabungan digital, pinjaman online, hingga investasi. Di satu sisi ini peluang, tetapi di sisi lain, juga menyimpan risiko tanpa adanya pemahaman yang kuat,” tandasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, dalam kesempatan itu mengatakan, tugas utama OJK adalah mengatur dan mengawasi seluruh sektor jasa keuangan.
BACA JUGA: Kisah Sakirun, Pensiunan yang Menang Undian Bank Jateng
Menurut dia, saat ini ada sekitar 4.000 pelaku usaha jasa keuangan, yang ada di dalam pengaturan dan penguasaan OJK. Tapi ada satu tugas yang juga utama dan mulia, yakni melindungi.
”Kami melindungi masyarakat Indonesia. Salah satunya, dengan memberikan edukasi seperti yang kita lakukan pada hari ini kepada adik-adik semua,” katanya.
Diungkapkan juga, dia merasa sedih kalau anak muda tidak paham tentang keuangan. Lalu diceritakan dia, pernah ada seorang mahasiswa membunuh rekannya, karena terjebak pinjaman online.
BACA JUGA: Amorim, Fakta Rentan Pelatih dalam Industri Sepak Bola

Menurut catatannya, banyak anak-anak pintar yang terjerumus dalam hal-hal negatif. Mereka ikut judi online, pinjol ilegal. Belum lagi yang sudah lulus kuliah, tetapi ketika hendak mencari pekerjaan tidak lolos seleksi. Itu karena ketika dicek dengan sistem pelayanan informasi keuangan, pernah memakai kartu kredit dan tidak membayar.
”Maka hari ini kami berada di sini, agar pelajar SMA TN tidak ada yang seperti itu,” harap wanita yang akrab disapa Kiki Widyasari itu.
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme RI, Komjen Pol (P) Eddy Hartono menilai, murid SMA Taruna Nusantara merupakan bibit unggul untuk masa depan kehidupan bangsa Indonesia.
BACA JUGA: Bakti BCA Bersama Nicholas Saputra Dampingi 10 Desa Wisata
Oleh sebab itu, dia berkewajiban untuk memberikan informasi, bagaimana perkembangan terorisme di tingkat global maupun Nasional. Perkembangan terorisme di Indonesia ini, tidak secara tiba-tiba datang.
”Gerakan terorisme di Indonesia juga dipengaruhi gerakan transformasi global terorisme di era 80-an,” papar dia.
Sampai tahun 2000-an, geopolitik dunia mengalami perubahan. Di tahun 2000-an, muncul bom Bali I dan II. Menurut dia, itu akibat infiltrasi, radikalisasi melalui proses transformasi global.
Eko Priyono













