GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Awal Tahun Baru 2026 dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Grobogan sebagai momentum untuk menata ulang ritme kerja aparatur.
Hal tersebut ditandai dengan pelaksanaan apel pagi perdana yang dipimpin langsung oleh Bupati Grobogan, Setyo Hadi, di halaman Sekretariat Daerah dan sejumlah perangkat daerah, Senin (5/1/2026).
Apel tersebut menjadi titik awal konsolidasi internal pemerintahan daerah dalam menghadapi tantangan kerja sepanjang tahun 2026.
BACA JUGA : Penerima Bisyaroh di Pemkot Semarang Naik 56,7 Persen di Tahun 2026
Peserta apel berasal dari berbagai unsur perangkat daerah, mulai dari Setda, Setwan, Bapperida, BPPKAD, Bakesbangpol, Satpol PP, Inspektorat, BKPSDM, Disporabudpar, hingga Dinarpusda.
Kehadiran lintas perangkat ini menunjukkan komitmen bersama untuk menjaga kesinambungan pelayanan publik.
Dalam apel Awal Tahun Baru 2026 tersebut, Bupati Setyo Hadi menyampaikan pesan yang bersifat reflektif sekaligus mengajak seluruh aparatur untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja tahun sebelumnya.
Ia menegaskan bahwa capaian positif yang telah diraih patut dipertahankan. Namun, ia juga mengingatkan agar setiap kekurangan tidak diabaikan dan segera diperbaiki secara bersama-sama.
“Apa yang sudah baik kita pertahankan, sementara yang masih kurang kita evaluasi dan perbaiki bersama-sama,” ujar Bupati Grobogan, Setyo Hadi.
Bupati menilai keberhasilan pemerintahan daerah tidak lahir dari kerja individu semata. Ia menekankan pentingnya membangun kekompakan antaraparat agar setiap program berjalan selaras dan berkelanjutan.
BACA JUGA : Pramuka Jepara Bergerak untuk Korban Bencana Sumatera
“Keberhasilan pemerintah daerah tidak lahir dari kerja satu orang, tetapi dari kekompakan dan kebersamaan seluruh aparatur,” tegas Setyo Hadi.
Dalam arahannya, Bupati juga menyoroti pentingnya peningkatan kinerja dan kedisiplinan ASN sebagai fondasi utama pelayanan kepada masyarakat.
Ia menilai kualitas pelayanan publik sangat bergantung pada konsistensi aparatur dalam menjalankan tugasnya.
“Disiplin dan kinerja adalah fondasi utama pelayanan publik. Tanpa itu, kepercayaan masyarakat sulit kita jaga,” katanya.
Lebih lanjut, Bupati Setyo Hadi menekankan perlunya keselarasan dalam struktur organisasi. Ia meminta kepala perangkat daerah mampu memahami karakter dan dinamika bawahannya agar roda organisasi berjalan efektif.
Menurutnya, komunikasi yang sehat menjadi kunci utama terciptanya kerja yang efisien. Ketidaksinkronan antara pimpinan dan pelaksana dinilai berpotensi menghambat pencapaian target kerja.
“Pimpinan harus memahami bawahannya, dan sebaliknya, sehingga komunikasi berjalan sehat dan pekerjaan bisa selaras,” ungkap Bupati.
BACA JUGA : Camat dan Lurah Kunci Kepemimpinan Kolaboratif di Tingkat Wilayah
Dalam menjalankan tugas pemerintahan, Bupati mengingatkan seluruh ASN untuk senantiasa menjaga sikap rendah hati. Ia menegaskan bahwa seluruh aparatur memiliki kedudukan yang sama sebagai pelayan masyarakat.
“Kita ini sama. Tugas kita melayani publik, melayani masyarakat. Kita bergandengan tangan, bekerja bersama,” pesan Setyo Hadi.
Selain kinerja dan sikap, Bupati juga menyoroti pentingnya menjaga etika, termasuk dalam penggunaan media sosial.
Ia mengingatkan agar ASN lebih bijak dalam bermedia digital karena perilaku aparatur mencerminkan wajah pemerintah daerah.
“Saya minta ASN menjaga etika, termasuk di media sosial, karena sikap kita mencerminkan wajah pemerintah di mata masyarakat,” tandasnya.
Ia kembali menegaskan pentingnya kedisiplinan kerja, mulai dari kepatuhan terhadap aturan, izin atasan, hingga kebiasaan menyelesaikan pekerjaan secara tepat waktu tanpa menunda.
Ke depan, Bupati Grobogan berencana melakukan kunjungan kerja ke sejumlah perangkat daerah.
Kunjungan tersebut dimaksudkan sebagai ruang dialog, mendengar langsung persoalan di lapangan, sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor.
Bupati berharap komunikasi dua arah antara pimpinan dan jajaran perangkat daerah dapat terus terbangun secara terbuka, sehingga setiap kendala dapat segera ditangani secara bersama.
Menjelang akhir arahannya, Bupati Setyo Hadi mengingatkan agar prestasi yang telah diraih sepanjang tahun 2025 dapat dijaga dan ditingkatkan pada tahun 2026.
“Prestasi yang sudah kita raih jangan sampai menurun. Tahun 2026 harus kita jalani dengan semangat kerja yang lebih baik,” ujarnya.
BACA JUGA : Barito Putera vs Persiku Kudus: Jadwal Kick Off, Link Live Streaming, dan Prediksi Pegadaian Championship
Ia menegaskan bahwa tanggung jawab membangun daerah tidak hanya berada di pundak pimpinan, melainkan menjadi kewajiban seluruh aparatur pemerintah.
“Grobogan adalah tanggung jawab kita bersama, dan itu hanya bisa dijaga dengan kerja yang jujur, disiplin, dan saling menghormati,” kata Setyo Hadi.
Apel pagi tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Grobogan H. Sugeng Prasetyo, Sekretaris Daerah Anang Armunanto, staf ahli bupati, para asisten sekda, serta kepala perangkat daerah terkait.
TYA WIDYA













